Rupiah Anjlok Terimbas Normalisasi Kebijakan AS

Kamis, 18 September 2014 - 17:54 WIB
Rupiah Anjlok Terimbas...
Rupiah Anjlok Terimbas Normalisasi Kebijakan AS
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) karena terimbas normalisasi kebijakan AS.

"Saya kira isunya bukan current accout, tapi concern normalisasi kebijakan AS. Karena itu saya bilang normalisasi AS menyebabkan pelemahan rupiah kira-kira ketika FOMC (Federal Open Market Committee) kemarin," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (18/9/2014).

Menurut Chatib, FOMC yang men-trigger dan menyebabkan rupiah melemah. Selain itu, melemahnya rupiah hingga sore ini juga terjadi karena volatilitasnya tinggi.

Hal tersebut disebabkan karena capital inflow yang masuk ke Indonesia juga tinggi. Contohnya, ketika peluncuran Euro Bonds yang share foreign-nya mencapai 37%.

"Makanya saya bilang berkali-kali ketika orang apettite-nya tinggi, saya ingatkan harus hati-hati," katanya.

Dia menjelaskan, tingginya volatilitas Indonesia disebabkan karena capital inflow besar selama ini. Selain itu, market melihat kondisi politik dan kondisi makro di Indonesia bagus.

"Dan portfolionya masuk. Semakin besar inflow masuk, semakin besar risiko dia return," terang Chatib.

Seperti diberitakan sebelumnya, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada pada level Rp12.030 per USD. Posisi tersebut anjlok 112 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.908 per USD.

(Baca: Rupiah Ditutup Terkoreksi ke Rp11.983/USD)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
34 menit yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
50 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
1 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
1 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
3 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved