Wall Street Berakhir Mendatar Setelah Debut Alibaba

Sabtu, 20 September 2014 - 10:44 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mendatar Setelah Debut Alibaba
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat berakhir mendatar setelah debut positif Alibaba dibarengi penurunan saham teknologi, Oracle dan Yahoo. Kendati demikian, indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor baru di tengah terkoreksinya dua indeks utama.

Saham Alibaba (BABA.N) menjadi sorotan setelah melakukan penawaran umum perdana saham (IPO), dengan harga USD68 per saham dan naik ke USD99,70, sebelum akhirnya ditutup dengan kenaikan mencapai 38% menjadi USD93,89.

Sementara saham Yahoo (YHOO.O), yang melepas sebagian saham Alibaba akan tetap menjadi pemegang saham utama, mengalami gejolak dengan volume berat dan ditutup turun 2,7% menjadi USD40,93.

"Alibaba mengagumkan. Alibaba melakukan kesepakatan dengan benar, di mana Anda meninggalkan sesuatu di atas meja untuk dinikmati investor. Pasar fokus pada Alibaba dan ini positif," kata Kepala Strategi Pasar Ekuitas di Federated Investors Phil Orlando seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (20/9/2014).

Di sisi lain, saham teknologi membebani indeks S&P 500, di mana saham Oracle (ORCL.N) turun setelah pendiri dan pemimpin perusahaan itu selama 37 tahun, Larry Ellison melepas jabatannya sebagai kepala eksekutif. Dia akan digantikan oleh wakilnya, Safra Catz dan Mark Hurd.

Saham Oracle anjlok 4,2% menjadi USD39,80 sebagai penggerak penurunan terbesar di indeks S&P 500. Sementara sektor teknologi di indeks S&P (SPLRCT) mengalami kinerja terburuk dari 10 sektor S&P.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 13,75 poin atau 0,08% ke 17.279,74; indeks S&P 500 terkoreksi 0,96 poin atau 0,05% ke 2.010,40; dan Nasdaq Composite turun 13.64 poin atau 0,3% ke 4.579,79.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
5 Kerugian Ukraina Setelah...
5 Kerugian Ukraina Setelah Ditinggalkan oleh Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved