Kebanyakan Impor, PTPN X Hentikan Penjualan Gula

Kamis, 25 September 2014 - 06:04 WIB
Kebanyakan Impor, PTPN...
Kebanyakan Impor, PTPN X Hentikan Penjualan Gula
A A A
SIDOARJO - PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) memutuskan untuk menghentikan penjualan gula selama 2014, karena pemerintah melakukan impor gula secara besar-besaran.

Penghentian penjualan berdampak besar, PTPN harus menghidupi kebutuhan dari olahan tenaga alternatif. Karena, biaya operasional yang dibutuhkan cukup besar.

"Kami menghentikan penjualan gula, kami berharap pemerintah memiliki cara lain untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Direktur Utama PTPN X Subiyono, Rabu (24/9/2014).

Saat ini, pihaknya berupaya mendorong perubahan paradigma di kalangan pelaku industri. Revitalisasi industri gula harus diarahkan pada diversifikasi usaha non gula yang bisa menopang keberlangsungan industri padat karya ini.

Revitalisasi industri gula perlu dimaknai sebagai paradigma baru dalam memandang masa depan industri gula.

"Revitalisasi industri gula ke depan tidak boleh hanya berorientasi peningkatan produktivitas gula semata, melainkan harus bersandar pada konsep keberlanjutan," terangnya.

Keberlanjutan yang dimaksud, upaya mengoptimalkan semua potensi tebu yang berujung pada peningkatan daya saing.

Keberlanjutan harus diwujudkan dengan menggarap diversifikasi usaha non gula secara serius, seperti listrik dari ampas tebu maupun bioetanol dari tetes tebu.

Ketua Umum Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) ini mengatakan, konsep keberlanjutan dengan fokus diversifikasi usaha non gula relevan, karena harga gula terlalu berfluktuatif.
Perkembangan harga gula tidak bisa menghasilkan keuntungan untuk menopang ekspansi industri untuk menambah mesin atau melakukan perluasan lahan.

Dalam konteks ini, produk non gula bisa menjadi penopang, bahkan penggerak utama industri berbasis tebu.

Selama lima tahun terakhir mulai 2009-2013, biaya pokok produksi (BPP) gula petani terus meningkat 58% dari sekitar Rp5.100 per kg menjadi Rp8.070 per kg.

Namun, harga lelang gula dari 2009 ke 2013 cuma naik 22,88% dari Rp7.056 per kg menjadi Rp8.671 per kg. Bahkan, tahun ini lebih rendah lagi ke level di bawah Rp8.500 per kg.

"Masalahnya memang kompleks, mulai dari tata niaga sampai penyimpangan (moral hazard). Intinya kita tahu bahwa gula tak bisa lagi jadi sandaran utama keberlangsungan pabrik-pabrik yang ada," ujar dia.

Subiyono mengatakan, tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara, biaya produksi gula terus meningkat. Di Brasil misalnya, pada 2013, harga raw sugar US19 cent/pound atau USD418,87 per ton baru menutup biaya operasional, belum termasuk bunga kredit perbankan dan perpajakan.

Selain itu, negara di luar Brasil yang jelas-jelas produksinya belum bisa seefisien Brasil. Di tengah kenaikan biaya produksi, harga gula dunia relatif stagnan, bahkan mengalami penurunan.

Harga gula dunia 2013 tercatat sebagai yang terendah dalam empat tahun terakhir, yaitu USD489,80 per ton. Pada 2014 harga gula dunia juga belum beranjak naik, masih berkisar USD470 per ton.

Dia menjelaskan, bagi negara-negara importer murni (tidak memproduksi gula sama sekali), rendahnya harga gula dunia tentu menguntungkan.

Demikian pula untuk negara produsen, namun juga melakukan impor skala kecil, harga gula dunia yang rendah cukup menguntungkan.

"Namun, bagi negara produsen dan sekaligus importer gula besar seperti Indonesia, turunnya harga gula dunia sangat meresahkan. Karena gula impor yang masuk dengan harga rendah sangat memukul industri gula dalam negeri yang digerakkan para petani tebu rakyat," papar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
14 menit yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
1 jam yang lalu
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
9 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
10 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved