Penghentian Aktivitas Tanjung Perak Rugikan Pengusaha

Jum'at, 26 September 2014 - 20:29 WIB
Penghentian Aktivitas...
Penghentian Aktivitas Tanjung Perak Rugikan Pengusaha
A A A
SURABAYA - Penghentian aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak guna latihan kapal perang TNI membuat para pengusaha kelabakan. Mereka merasa dirugikan, kerugian yang dialami bisa mencapai miliaran rupiah.

Ketua DPC INSA Surabaya Stenven H Lasewengan mengatakan, nilai kerugian selama penutupan ditaksir antara Rp1,4 miliar hingga Rp1,7 miliar per hari penutupan. Karena, semua bisnis aktivitas terhenti sejak latihan.

“Kerugian itu dengan asumsi satu kapal bermuatan 20 ribu ton, kerugian diperkirakan USD8.000 (kurs Rp11.700), sedangkan kapal bermuatan 30 ribu ton kerugian ditaksir USD10.000 dari sekitar 15 kapal yang berhenti operasi. Biaya itu belum termasuk terminal handling charges (THC),” katanya, Jumat (26/9/2014).

Stenven mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali melakukan penataan ulang atas penutupan Terminal Jamrud. Karena, banyak kapal ocean going yang masuk dan berangkat. Belum lagi jumlah kapal dalam negeri yang jumlahnya ratusan unit. “Ada penataan ulang,” ujar dia.

Sementara aktivitas Pelabuhan Tanjung Perak akan terhenti selama delapan jam. Sepanjang waktu itu akan digunakan serangkaian latihan dalam rangka HUT TNI ke-69 masing-masing empat jam pada pukul 06.00-11.00 WIB.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak, Dhany Rachmat Agustian mengungkapkan, penutupan ini berdasarkan surat edaran dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak. Surat edaran tersebut menyatakan tanggal 29 September, tanggal 1, 2, 3, 4, dan 6 Oktober dilakukan kegiatan latihan kapal perang TNI di Dermaga mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

“Kita sudah kirim pemberitahuan kepada shipping line, rencana penutupan pelabuhan. Termasuk kapal-kapal yang hendak sandar sudah kita beritahukan untuk berlabuh terlebih dahulu sebelum bongkar muat di dermaga,” katanya.

Penutupan aktivitas pelabuhan tersebut menyebabkan jumlah pergerakan kapal tereduksi sekitar 30% dari total 80-90 per harinya. Angka tersebut cukup tinggi karena Tanjung Perak merupakan satu dari dua pelabuhan terpadat di Indonesia, sekaligus gerbang ekonomi ke Indonesia Timur.

Ada dua dampak yang cukup besar dirasakan pelaku ekonomi di Surabaya dan Indonesia Timur. Pertama adalah penetapan zona labuh yang dipastikan overload. Dimana zona labuh di Tanjung Perak maksimal hanya 80 kapal.

“Dampak kedua dwelling time (waktu tunggu) akan lebih panjang, karena kami harus menata ulang, me-reschedule ulang kedatangan kapal, dan penataan lainnya. Itu setidaknya butuh waktu sekitar dua minggu,” urai alumnus Unitomo itu.

Solusi pertama untuk penetapan zona labuh, Pelindo III bersama Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak menetapkan buoy 4 sebagai zona labuh. Penempatan tersebut tidak lepas dari kapasitas yang saat ini sudah overload, akan ditambah dengan banyaknya kapal yang berlabuh. “Kita akan tata dengan baik,” ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
32 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
42 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Aktivitas Gempa Bumi...
Aktivitas Gempa Bumi Bisa Dipengaruhi Panas Matahari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved