Konflik Politik di Hong Kong Pukul Wall Street

Selasa, 30 September 2014 - 08:40 WIB
Konflik Politik di Hong...
Konflik Politik di Hong Kong Pukul Wall Street
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi menyusul konflik politik di Hong Kong, sehingga menambah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi di China dan setelah mengecewakannya perkiraan kinerja Ford Motor Co.

Sektor konsumer di indeks S&P (SPLRCD) turun 0,6% dan menjadi penurunan terbesar. Sementara saham Ford Motor Co (FN) anjlok 7,5% dan menjadi saham dengan persentase penurunan terbesar di indeks S&P. Kendati terkoreksi, namun pasar saham berakhir lebih baik dari posisi terendah.

"Pasar terus mendapat pukulan dari banyak berita negatif, dan yang terbaru adalah masalah di Hong Kong," kata Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir dari Reuters, Selasa (30/9/2014).

Menurut dia, investor kemungkinan lebih optimistis melihat pasar saham menuju kuartal IV dan menjelang laporan kinerja keuangan kuartal III tahun ini.

"Ini musiman, kita memasuki periode yang mungkin menguntungkan bagi pasar saham," imbuh Hellwig.

Semalam, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 41,93 poin atau 0,25% ke 17.071,22; indeks S&P terkoreksi 5,05 poin atau 0,25% ke 1.977,8; dan Nasdaq Composite turun 6,34 poin atau 0,14% ke 4.505,85.

Sementara saham yang mengalami persentase kenaikan terbesar di Bursa Efek New York adalah Athlon Energy Inc (ATHL.N), yang melonjak 24,80%. Sedangkan persentase penurunan terbesar adalah Civeo Corp (CVEO.N), yang anjlok 49,59%.

Selain Ford, saham paling aktif di NYSE, yakni Brasil Petrobras (PBR.N) turun 10,69% menjadi USD14,70. Di Nasdaq, saham yang paling aktif adalah Tibco Software Inc (TIBX.O), naik 21,2% menjadi USD23,65; Apple Inc (AAPL.O), turun 0,6% menjadi USD100,11; dan Zynga Inc (ZNGA.O), turun 1,4% menjadi USD2,79.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
31 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
56 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved