Data BPS Diharapkan Bikin Pelemahan IHSG Berkurang
Rabu, 01 Oktober 2014 - 07:57 WIB
Data BPS Diharapkan Bikin Pelemahan IHSG Berkurang
A
A
A
JAKARTA - Laju pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini diperkirakan akan berkurang didukung rilis data Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola spinning di atas lower bollinger band (LBB). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan kenaikan.
Laju IHSG kemarin kembali masuk di kisaran target support 5.078-5.126, namun gagal mendekati kisaran resisten 5.153-5.162, sehingga mengurangi peluang terjadinya rebound meski tipis. Apalagi belum ada sentimen positif yang dirasa mampu mengangkat laju IHSG.
"Namun demikian, diharapkan rilis data-data BPS dapat memberikan respon positif pada IHSG, sehingga dapat mengurangi potensi berlanjutnya pelemahan," kata dia, Rabu (1/10/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.196-5.115 dan resisten 5.145-5.162.
Sementara kemarin, masih adanya sentimen negatif membuat pelaku pasar memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jual.
Di sisi lain, ada pula pelaku pasar yang memanfaatkan rendahnya harga untuk melakukan sedikit akumulasi. Akibatnya laju IHSG pun secara intraday perdagangan berjalan variatif sempat menguat dan kembali berakhir di zona merah.
"Masih adanya nett sell asing dan belum pulihnya rupiah serta kemungkinan respon sesaat atas rencana kenaikan harga BBM membuat IHSG cenderung tertekan," ujar Reza.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.151,01 di mid sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.102,41 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.137,58.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola spinning di atas lower bollinger band (LBB). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan kenaikan.
Laju IHSG kemarin kembali masuk di kisaran target support 5.078-5.126, namun gagal mendekati kisaran resisten 5.153-5.162, sehingga mengurangi peluang terjadinya rebound meski tipis. Apalagi belum ada sentimen positif yang dirasa mampu mengangkat laju IHSG.
"Namun demikian, diharapkan rilis data-data BPS dapat memberikan respon positif pada IHSG, sehingga dapat mengurangi potensi berlanjutnya pelemahan," kata dia, Rabu (1/10/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.196-5.115 dan resisten 5.145-5.162.
Sementara kemarin, masih adanya sentimen negatif membuat pelaku pasar memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jual.
Di sisi lain, ada pula pelaku pasar yang memanfaatkan rendahnya harga untuk melakukan sedikit akumulasi. Akibatnya laju IHSG pun secara intraday perdagangan berjalan variatif sempat menguat dan kembali berakhir di zona merah.
"Masih adanya nett sell asing dan belum pulihnya rupiah serta kemungkinan respon sesaat atas rencana kenaikan harga BBM membuat IHSG cenderung tertekan," ujar Reza.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.151,01 di mid sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.102,41 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.137,58.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :