Laju IHSG Tunggu Gebrakan Awal Jokowi
Minggu, 05 Oktober 2014 - 18:10 WIB
Laju IHSG Tunggu Gebrakan Awal Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa membaik jika program-program kerja presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bisa terealisasikan dengan baik dan Jokowi mampu mengambil gebrakan awal perekonomian Indonesia.
Hal itu, dia menambahkan, mengingat kondisi rupiah saat ini yang anjlok hingga di atas Rp12.000 per USD membuat beberapa para pelaku usaha menarik dana mereka, sehingga menyeret IHSG jatuh ke bawah level 5.000.
"Birokrasi- birokrasi perekonomian sih kalau menurut saya harus ada perubahan. Dipermudah untuk pelaku usaha, tidak berbelit-belit," ujar William kepada Sindonews di Jakarta, belum lama ini.
Menurut dia, perbaikan ekonomi serta birokrasi dipermudah bukan hanya dalam sektor pasar saham saja tapi secara menyeluruh, sehingga bisa kembali merangsang minat investor untuk kembali menanamkan sahamnya di Tanah Air.
"Pembenahan birokrasi infrastruktur dan ekonomi saya rasa akan keren walau dalam praktiknya tidak bisa sekaligus dibenahi, namun bisa diberikan hasil maksimal dan dirasakan lagi oleh masyarakat," tandasnya.
Dia memprediksi, jika gebrakan yang dilakukan Jokowi lambat, maka IHSG akhir tahun ini maksimal akan berada di level 5.400. Namun, jika gencar melakukan gebrakan, IHSG berpotensi tembus level 5.625.
Sekedar informasi, IHSG pada perdagangan Jumat (3/10/2014) ditutup longsor ke bawah level 5.000, untuk kali pertama dalam hampir tiga bulan terakhir sejak 7 Juli 2014.
IHSG pada perdagangan Jumat pagi sempat rebound, namun aksi jual membuat IHSG pada akhir sesi I tergelincir ke level 4.937,81 dan ditutup pada level 4.945,35 di akhir perdagangan.
(Baca: Setelah Hampir 3 Bulan, IHSG Kembali ke Bawah 5.000)
Hal itu, dia menambahkan, mengingat kondisi rupiah saat ini yang anjlok hingga di atas Rp12.000 per USD membuat beberapa para pelaku usaha menarik dana mereka, sehingga menyeret IHSG jatuh ke bawah level 5.000.
"Birokrasi- birokrasi perekonomian sih kalau menurut saya harus ada perubahan. Dipermudah untuk pelaku usaha, tidak berbelit-belit," ujar William kepada Sindonews di Jakarta, belum lama ini.
Menurut dia, perbaikan ekonomi serta birokrasi dipermudah bukan hanya dalam sektor pasar saham saja tapi secara menyeluruh, sehingga bisa kembali merangsang minat investor untuk kembali menanamkan sahamnya di Tanah Air.
"Pembenahan birokrasi infrastruktur dan ekonomi saya rasa akan keren walau dalam praktiknya tidak bisa sekaligus dibenahi, namun bisa diberikan hasil maksimal dan dirasakan lagi oleh masyarakat," tandasnya.
Dia memprediksi, jika gebrakan yang dilakukan Jokowi lambat, maka IHSG akhir tahun ini maksimal akan berada di level 5.400. Namun, jika gencar melakukan gebrakan, IHSG berpotensi tembus level 5.625.
Sekedar informasi, IHSG pada perdagangan Jumat (3/10/2014) ditutup longsor ke bawah level 5.000, untuk kali pertama dalam hampir tiga bulan terakhir sejak 7 Juli 2014.
IHSG pada perdagangan Jumat pagi sempat rebound, namun aksi jual membuat IHSG pada akhir sesi I tergelincir ke level 4.937,81 dan ditutup pada level 4.945,35 di akhir perdagangan.
(Baca: Setelah Hampir 3 Bulan, IHSG Kembali ke Bawah 5.000)
(rna)
Lihat Juga :