Pesanan Barang Manufaktur Jerman Anjlok

Senin, 06 Oktober 2014 - 15:23 WIB
Pesanan Barang Manufaktur...
Pesanan Barang Manufaktur Jerman Anjlok
A A A
NAPLES - Pesanan barang manufaktur Jerman anjlok terbesar sejak 2009, menegaskan risiko perlambatan ekonomi terbesar di Eropa.

Kementerian Ekonomi di Berlin menyatakan bahwa pesanan barang turun 5,7% pada Agustus, setelah sempat naik 4,9% pada Juli. Pesanan barang Agustus melemah karena libur sekolah. Selain itu, juga dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi kawasan Eropa dan risiko geopolitik.

Pesanan barang ekspor turun 8,4% pada Agustus, sementara permintaan domestik turun 2%. Sedangkan pesanan barang investasi jatuh 8,5% dan pesanan barang dasar turun 3%, sementara barang-barang konsumsi naik 3,7%.

Sebelumnya ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan, terjadi penurunan 2,5% terhadap pesanan barang. Adapun pesanan barang anjlok 1,3% sepanjang tahun ini.

Memburuknya tingkat kepercayaan konsumen menyebabkan ekonomi Jerman merosot pada kuartal II. Sebanyak 18 negara di zona Eropa sedang berjuang mempertahankan pemulihan di tengah meningkatnya ketegangan politik dengan Rusia atas dukungannya terhadap separatis di Ukraina dan inflasi di beberapa wilayah.

"Risiko geopolitik, terutama krisis di Ukraina Timur telah membuat perusahaan berhati-hati tentang rencana investasi mereka, meskipun kondisi fundamental dan pendanaan sangat menguntungkan. Setelah ketidakpastian ini memudar, investasi harus pulih," kata ekonom senior di Berenberg Bank Christian Schulz seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (6/10/2014).

Adapun inflasi zona Eropa bulan lalu sebesar 0,3%, dibandingkan target ECB di bawah 2%. Mata uang euro naik 0,1% hari ini dan diperdagangkan pada USD1,2532 pada pukul 09.11 pagi waktu Frankfurt. Sementara imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 0,9%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Terbesar Eropa...
Ekonomi Terbesar Eropa Mandek, Berpotensi Jatuh dalam Resesi
12.000 Perusahaan Jerman...
12.000 Perusahaan Jerman Bangkrut dalam Enam Bulan, Terparah Satu Dekade
Ekonomi Jerman Jatuh...
Ekonomi Jerman Jatuh dalam Krisis Struktural, Eropa Goyah?
Alarm Bahaya, Krisis...
Alarm Bahaya, Krisis Ekonomi Jerman Semakin Dalam
Tanda Bahaya Ekonomi...
Tanda Bahaya Ekonomi Terbesar Eropa, Pengangguran Jerman Tertinggi dalam 10 Tahun
Kanselir Olaf Scholz:...
Kanselir Olaf Scholz: Jerman Butuh Lebih Banyak Imigran
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
1 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
10 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved