Wall Street Terkoreksi Jelang Laporan Keuangan

Selasa, 07 Oktober 2014 - 08:53 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Jelang Laporan Keuangan
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi karena kekhawatiran menjelang laporan keuangan emiten.

Dengan indikator ekonomi, termasuk jumlah tenaga kerja Menguatnya USD baru-baru ini dan berlanjutnya pelemahan ekonomi Eropa membayangi musim laporan kinerja keuangan emiten yang akan segera dimulai.

"Pasar saham mencerminkan kegelisahan terhadap kinerja keuangan kuartal III di tengah menguatnya USD dan melemahnya ekonomi di Eropa. Ini sangat mungkin bahwa pemangkasan estimasi ada di depan kami," kata ahli strategi pasar saham di US Bank Wealth Management Jim Russell seperti dilansir dari Reuters, Selasa (7/10/2014).

Saham Micron (MU.O) turun 4% menjadi USD32,57 setelah Samsung mengumumkan rencana mengalokasikan dananya sebesar USD14,7 miliar untuk fasilitas semikonduktor baru.

Sementara saham Hewlett-Packard (HPQ.N) di indek S&P 500 mengalami kenaikan terbesar mencapai 4,7% menjadi USD36,87 setelah perusahaan menyatakan akan dibagi menjadi dua perusahaan terdaftar dan memangkas sebanyak 5.000 pekerja.

Adapun saham GT Advanced Technologies (GTAT.O) telah mengajukan perlindungan kebangkrutan dan sahamnya jatuh 92,8% menjadi 80 sen.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 17,78 poin atau 0,1% ke 16.991.91; indeks S&P 500 susut 3,08 poin atau 0,16% ke 1.964,82; dan Nasdaq Composite turun 20,82 poin atau 0,47% ke 4.454,80.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Jelang Pembebasan Sandera,...
Jelang Pembebasan Sandera, Brigade Al-Qassam Hamas Unjuk Kekuatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved