IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.933-4.992
Senin, 13 Oktober 2014 - 08:10 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.933-4.992
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih berada pada area konsolidasi dan diprediksi akan bergerkan variatif, namun dengan kecenderungan melemah terbatas.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun 0,62% pada akhir pekan lalu.
"Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992," kata dia, Senin (13/10/2014).
Adapun sentimen dari luar cenderung menekan IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditututup melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,69% dan indeks S&P500 sebesar 1,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah 0,60%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi.
Harga minyak mentah WTI turun 0,29% ke level USD85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,26% ke posisi USD1.222,90 per ons.
Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan
menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.
Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS (USD) membuat pelaku industri semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah Rp20 triliun.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun 0,62% pada akhir pekan lalu.
"Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992," kata dia, Senin (13/10/2014).
Adapun sentimen dari luar cenderung menekan IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditututup melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,69% dan indeks S&P500 sebesar 1,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah 0,60%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi.
Harga minyak mentah WTI turun 0,29% ke level USD85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,26% ke posisi USD1.222,90 per ons.
Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan
menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.
Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS (USD) membuat pelaku industri semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah Rp20 triliun.
(rna)
Lihat Juga :