BRI Siap Terbitkan MTN Rp2 Triliun Perkuat Ekspansi Kredit

Rabu, 15 Oktober 2014 - 04:13 WIB
BRI Siap Terbitkan MTN...
BRI Siap Terbitkan MTN Rp2 Triliun Perkuat Ekspansi Kredit
A A A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) siap terbitkan surat utang dalam bentuk medium term notes (MTN) senilai total Rp2 triliun.

Surat utang ini memiliki jangka waktu maksimum tiga tahun. Hal ini menandakan kondisi pasar keuangan yang semakin kondusif setelah peristiwa pemilihan presiden lalu.

Kepala Divisi Sekretariat BRI Budi Satria bahwa untuk MTN BRI Tahap I telah diterbitkan pada 9 Oktober 2014 lalu dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai arranger.

Dia menjelaskan MTN Tahap I itu terdiri dari seri A senilai Rp300 miliar dengan tingkat bunga 8,75% memiliki tenor 370 hari kalender dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Oktober 2015.

Lalu, MTN Tahap I seri B senilai Rp60 miliar dengan tingkat bunga 9,25% bertenor 24 bulan dengan tanggal jatuh tempo pada 10 Oktober 2016. Dan, MTN seri C sebesar Rp360 miliar dengan tingkat suku bunga 9,5% memiliki jangka waktu selama 36 bulan yang akan jatuh tempo pada 10 Oktober 2017.

"MTN BRI tahap I ini tidak ditawarkan kepada lebih dari 100 pihak dan hanya dijual kepada tidak lebih dari 49 pihak," katanya dalam siaran pers, Selasa (14/10/2014).

Dia menambahkan, penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penawaran MTN ini akan digunakan untuk penyaluran kredit, setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan MTN.MTN BRI tahun 2014 telah memperoleh pemeringkat dari PT Fitch Rating Indonesia dengan hasil AAA (Idn) dan F1+.

Sebelumnya Direktur Keuangan BBRI Achmad Baiquni mengatakan likuiditas perbankan sebelum Pemilu Presiden memang sudah ketat. Hal ini karena adanya kebijakan uang ketat yang dilakukan oleh otoritas perbankan. Pengetatan likuiditas ini menurut Baiquni akan terjadi sampai dengan akhir tahun 2014 mendatang. Meski likuiditas ketat, perseroan tidak melakukan revisi pertumbuhan penyaluran kredit dan masih menargetkan di kisaran 15%-17%.

Selain itu perseroan juga akan menerbitkan obligasi mencapai Rp3 triliun. Ditargetkan obligasi ini akan dilakukan pada semester pertama di 2015 mendatang.

"Perseroan masih akan melihat kondisi pasar pada tahun depan. Bisa rupiah atau valas (valuta asing), melihat kondisi pasar terlebih dahulu," jelas Baiquni beberapa waktu lalu.

Perseoan disebutnya tidak menerbitkan surat utang pada tahun politik ini karena masih wait and see atas kondisi pasar pasca pemilihan umum Presiden. Selain itu, menurutnya, saat ini perseroan belum memiliki kebutuhan dana mendesak untuk pertumbuhan organik maupun anorganik. Sehingga ini hanya sebagai kebutuhan ekpansi perseroan.

Perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit mikro dengan agresif sampai dengan 22% pada tahun depan. Sementara, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan sampai dengan akhir tahun ini masih aman untuk pertumbuhan bank. Meski perseroan menerbitkan subdebt Rp2 triliun pada akhir tahun ini, tapi kebutuhan untuk ini tidak akan ditutup oleh perseroan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengumuman! KB Bank...
Pengumuman! KB Bank Resmi Ganti Nama Perusahaan Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk
Bank BRI Tebar Dividen...
Bank BRI Tebar Dividen Jumbo Rp26,4 Triliun dari Laba Bersih 2021
Cetak Laba Besar, BSI...
Cetak Laba Besar, BSI Bayar Zakat Lebih dari Rp122,5 Miliar
Forbes Tempatkan BSI...
Forbes Tempatkan BSI dalam Jajaran 5 Bank Terbaik Indonesia
BRI Luncurkan Logo HUT...
BRI Luncurkan Logo HUT ke-130, Angkat Tema Satu Bank Untuk Semua
Pembuktian Keberhasilan...
Pembuktian Keberhasilan Transformasi di Tengah Pandemi, BRI Raih 7 Penghargaan Bergengsi
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
10 menit yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
1 jam yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
1 jam yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
1 jam yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved