Industri Properti Lombok Incar Pasar Surabaya

Kamis, 16 Oktober 2014 - 06:00 WIB
Industri Properti Lombok...
Industri Properti Lombok Incar Pasar Surabaya
A A A
SURABAYA - Masyarakat Kota Pahlawan Surabaya menjadi bidikan utama developer-developer untuk pemasaran properti. Kali ini, Property Anemalou Resort asal Prancis yakin bisa mendapatkan 70% pasar di Surabaya, sedangkan 30% berasal kota-kota lain.

Angka tersebut akan terpenuhi, karena masyarakat Kota Surabaya memiliki perbedaan dengan kota-kota lain. Warga Surabaya memiliki ciri lebih memilih untuk berinvestasi berupa properti. Mereka sadar, properti sangat penting untuk asset dan keturunan mereka mendatang. Selain itu, keuntungan berinvestasi properti lebih cepat mendapatkan keuntungan.

“Target kami warga Surabaya yang memiliki asset di Anemalou sebesar 70%, sisanya kota lain,” kata Merri Yustina, Marketing Director Anemalou Resort&Beach Club-Sire & Gili Lombok, Rabu (15/10/2014).

Merri mengatakan, untuk menggaet masyarakat Surabaya, pihaknya tidak main-main dalam bermain properti. Saat ini, dalam pembangunan di Lombok, investasi yang dikeluarkan sebesar Rp200 miliar. Anggaran ini untuk properti dengan konsep menghadap ke laut. Konsep ini langsung mendapat tanggapan dari konsumen. Mereka sangat tertarik untuk membeli apartemen yang di dirikan Anemalou ini.

Ketertarikan konsumen diwujudkan dengan pemesanan yang mencapai 20%. Pemesanan tidak hanya didominasi warga lokal, tetapi warga non Indonesia juga tertarik. Mereka ingin berinvestasi memiliki tempat peristirahatan di Indonesia. Rata-rata, warga asing yang berminat memiliki apartemen di Lombok berasal dari China, Hongkok, Australia, Australia dan Malaysia.

“Lombak sudah menjadi tempat berlibur setelah Bali, makanya banyak warga asing yang berminat,” ujar dia.

Untuk pembangunan apartemen ini, Merri menegaskan kalau apartemen akan berdiri diatas lahan seluas 2,5 hektar. Di atas lahan akan berdiri 230 villa dan 180 room yang berbentuk kondotel. Hal ini dilakukan karena pasar di Lombok sedang menyukai desain tempat tinggal seperti ini. “Warga asing mengedolakan konsep kondotel, mereka ingin dalam satu bangunan banyak konsepnya,” papar dia.

Sementara Manager Director Anemalou Philippe Priderre menambahkan, keputusan untuk mendirikan apartemen dan villa ke Lombok karena saat ini perkembangan ekonomi Lombok mulai berjalan dengan baik. Banyak turis yang datang untuk melihat keindahan alam, mereka menjadikan pantai sebagai tujuan utama.

“Laut menjadi andalan untuk mendirikan apartemen. Kami yakin apartemen ini akan banyak peminatnya,” katanya.

Dari analisa yang dilakukan, pertumbuhan turis yang masuk ke Lombok meningkat. Tak main-main, peningkatannya mencapai 130% dari tahun lalu. Bahkan diprediksi pertumbuhan pengunjuk bakal melesat tinggi. hal ini dipicu kebijakan pemerintah yang membuka diri terhadap perkembangan perekonomian.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Berita Terkini
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
10 menit yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
2 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
4 jam yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
4 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved