IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.965-5.025
Rabu, 29 Oktober 2014 - 08:21 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.965-5.025
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertengahan pekan ini diprediksi akan bergerak pada kisaran support 4.965-4.985 dan resisten 5.015-5.025.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola three black crows mendekati middle bollinger band (MBB). MACD cenderung menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
Laju IHSG kemarin hampir mendekati target resisten 5.035-5.050, namun terlempar di bawah target support 5.010-5.019. Kembali adanya tekanan jual membuat IHSG kembali terperosok di bawah area support dan berpotensi melanjutkan pelemahannya.
"Jika laju bursa saham global yang telah positif tidak membuat IHSG juga menguat maka IHSG pun akan kembali turun," kata dia, Rabu (29/10/2014).
Kemarin, pelaku pasar cenderung masih melakukan aksi jualnya sehingga membuat Laju IHSG masih melanjutkan pelemahannya. Tampaknya positifnya laju bursa saham China yang diikuti pergerakan di sejumlah bursa saham Asia lainnya tidak diikuti oleh IHSG.
Antisipasi terhadap rilis kinerja emiten yang diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan yang dibarengi dengan berbalik terdepresiasinya laju rupiah dan turunnya sejumlah harga obligasi memicu pelemahan IHSG.
Bahkan, dia menambahkan, positifnya laju bursa saham Eropa di pertengahan sesi II IHSG, tidak juga berimbas positif. Kembali terjadinya aksi jual asing turut melongsorkan IHSG dari posisi nett buy Rp673,9 miliar menjadi nett sell Rp638,21 miliar.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola three black crows mendekati middle bollinger band (MBB). MACD cenderung menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
Laju IHSG kemarin hampir mendekati target resisten 5.035-5.050, namun terlempar di bawah target support 5.010-5.019. Kembali adanya tekanan jual membuat IHSG kembali terperosok di bawah area support dan berpotensi melanjutkan pelemahannya.
"Jika laju bursa saham global yang telah positif tidak membuat IHSG juga menguat maka IHSG pun akan kembali turun," kata dia, Rabu (29/10/2014).
Kemarin, pelaku pasar cenderung masih melakukan aksi jualnya sehingga membuat Laju IHSG masih melanjutkan pelemahannya. Tampaknya positifnya laju bursa saham China yang diikuti pergerakan di sejumlah bursa saham Asia lainnya tidak diikuti oleh IHSG.
Antisipasi terhadap rilis kinerja emiten yang diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan yang dibarengi dengan berbalik terdepresiasinya laju rupiah dan turunnya sejumlah harga obligasi memicu pelemahan IHSG.
Bahkan, dia menambahkan, positifnya laju bursa saham Eropa di pertengahan sesi II IHSG, tidak juga berimbas positif. Kembali terjadinya aksi jual asing turut melongsorkan IHSG dari posisi nett buy Rp673,9 miliar menjadi nett sell Rp638,21 miliar.
(rna)
Lihat Juga :