Ini Cara Agar Masyarakat Bisa Berpaling dari BBM
Sabtu, 01 November 2014 - 16:49 WIB
Ini Cara Agar Masyarakat Bisa Berpaling dari BBM
A
A
A
JAKARTA - Realiasasi pembangunan infrastruktur pengganti bahan bakar minyak (BBM) diharapkan mampu mendongkrak minat masyarakat agar tidak bergantung pada minyak Indonesia.
Mengingat, persediaan minyak dalam negeri hanya tinggal 12 tahun lagi. Dengan adanya kondisi tersebut, pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan mampu untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut.
Ekonom sekaligus dosen Universitas Atmajaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, Indonesia memang tidak melulu bisa bergantung pada sumber daya minyak.
"Kalau mau bicara kedaulatan energi, engak bisa kita terus bergantung pada sumber minyak, tapi kita memang harus kembangkan energi alternatif. Mungkin juga mikro sifatnya," ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11/2014).
Dia menambahkan, ada alokasi untuk pemerintah membangun infrastruktur gas. Ini dilakukan supaya akses masyarakat untuk mendapatkan sumber daya gas lebih baik dan harganya bisa lebih kompetitif.
"Jadi ada desentralisasi. Dan di sini, komitmen pemerintah harus terus didorong dan di kenali dulu, sehabis itu baru dikembangkan secara betul," pungkas Agustinus.
Mengingat, persediaan minyak dalam negeri hanya tinggal 12 tahun lagi. Dengan adanya kondisi tersebut, pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan mampu untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut.
Ekonom sekaligus dosen Universitas Atmajaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, Indonesia memang tidak melulu bisa bergantung pada sumber daya minyak.
"Kalau mau bicara kedaulatan energi, engak bisa kita terus bergantung pada sumber minyak, tapi kita memang harus kembangkan energi alternatif. Mungkin juga mikro sifatnya," ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11/2014).
Dia menambahkan, ada alokasi untuk pemerintah membangun infrastruktur gas. Ini dilakukan supaya akses masyarakat untuk mendapatkan sumber daya gas lebih baik dan harganya bisa lebih kompetitif.
"Jadi ada desentralisasi. Dan di sini, komitmen pemerintah harus terus didorong dan di kenali dulu, sehabis itu baru dikembangkan secara betul," pungkas Agustinus.
(izz)
Lihat Juga :