Penjualan Rumah Mewah Tak Terpengaruh Kenaikan BBM

Selasa, 04 November 2014 - 02:17 WIB
Penjualan Rumah Mewah...
Penjualan Rumah Mewah Tak Terpengaruh Kenaikan BBM
A A A
SEMARANG - Kalangan pengembang perumahan mewah tidak mengkhawatirkan dampak rencana pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi meskipun, bakal berpengaruh terhadap kenaikan harga rumah.

Para pengembang melihat, para pembeli rumah khususnya rumah mewah tidak begitu mempersoalkan kenaikan harga rumah, karena memang pembelinya memiliki sekmentasi tersendiri yakni menengah ke atas.

”Jika melihat karakteristik para calon pembeli rumah tipe mewah sebetulnya mereka tidak terpengaruh terhadap kenaikan harga jual rumah,” kata Wakil Ketua Bidang Perbankan, Pembiayaan, dan Pasar Modal DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng Wibowo Tedjosukmono, Senin (3/11/2014).

Dia mengaku, kenaikan harga rumah tidak akan dapat dihindari. Namun berapa besarannya, Dia belum bisa memastikan. Mengingat kenaikan harga rumah selain dipengaruhi oleh kenaikan BBM juga dipengaruhi fluktuasi rupiah terhadap dolar.

“Fluktuasi rupiah juga pengaruh karena bahan bangunan untuk rumah mewah ada beberapa yang diimpor,” katanya.

Dikatakannya, saat ini para pengembang rumah mewah, masih fokus menghabiskan stok rumah mewah yang sudah dibangun sejak sebelum pelaksanaan pemilu lalu. jika stok sudah habis baru kemudian akan menghitung kenaikan harga jual.

Meskipun segmentasi pembeli rumah mewah berasal dari kalangan menengah atas, pihaknya berupaya untuk tetap berhitung secara cermat saat memutuskan berapa besar kenaikan tersebut.

Sementara itu Ketua REI Jateng Bidang Tata Ruang dan Lingkungan, Djoko Santoso mengatakan, jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM antara Rp1.500 hingga Rp2.500 per liter, maka kenaikan harga property dapat mencapai 20 persen.

Namun demikian kenaikan harga rumah sendiri juga akan dilakukan bertahap oleh pengembang, untuk menjaga daya beli masyarakat.

Djoko mengatakan, hingga pertengahan tahun ini, para pengembang perumahan telah menaikkan harga jual rumah sebesar 5 persen. Diprediksi harga rumah hingga akhir tahun 2014 nanti harga properti akan naik hingga 10%, yang merupakan kenaikan wajar yang selalu terjadi setiap tahunnya. ”Kenaikan harga tidak bisa dihindari kalau memang ada kenaikan BBM,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
17 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
23 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
32 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
58 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved