IHSG Butuh Konfirmasi Sentimen untuk Rebound
Rabu, 05 November 2014 - 08:11 WIB
IHSG Butuh Konfirmasi Sentimen untuk Rebound
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini diprediksi memiliki peluang untuk balik arah menguat (rebound) jika didukung sentimen positif di pasar.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola inverted hammer di bawah upper bollinger band (UBB). MACD naik terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun tipis.
Laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten 5.096-5.115 dan sempat berada di target support 5.055-5.075. Laju IHSG bergerak turun, namun masih terdapat daya beli untuk menahan pelemahan yang terjadi.
"IHSG membutuhkan konfirmasi sentimen untuk dapat bergerak rebound. Diharapkan sentimen global dan terutama sentimen rilis GDP Indonesia dapat lebih baik dari perkiraan kami, sehingga tidak menambah derita IHSG," kata dia, Rabu (5/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada rentang support 5.055-5.078 dan resisten 5.098-5.112.
Kemarin, laju IHSG tidak jauh berbeda dari laju bursa saham China sekitar yang bergerak variatif cenderung tertekan seiring imbas kembalinya aksi profit taking. Pergerakan IHSG cenderung mendatar/sideways sepanjang intraday perdagangan.
Maraknya penguatan harga saham-saham konsumer seiring penilain akan murahnya bahan baku produksi karena turunnya sejumlah harga komoditi yang dibarengi penguatan saham-saham properti yang didominasi saham-saham properti kelas menengah dan saham-saham konstruksi tidak mampu menahan pelemahan IHSG.
Rupiah yang melanjutkan pelemahan yang dibarengi kembali tercatatnya nett sell asing dari posisi nett buy Rp224 miliar miliar menjadi nett sell Rp197 miliar turut menambah sentimen negatif.
Sentimen negatif bertambah dengan adanya rilis perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2014 yang hanya sebesar 5% dari Kementerian Keuangan. Rilis ini bahkan di bawah perkiraan kami di level 5,2%-5,25%.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola inverted hammer di bawah upper bollinger band (UBB). MACD naik terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun tipis.
Laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten 5.096-5.115 dan sempat berada di target support 5.055-5.075. Laju IHSG bergerak turun, namun masih terdapat daya beli untuk menahan pelemahan yang terjadi.
"IHSG membutuhkan konfirmasi sentimen untuk dapat bergerak rebound. Diharapkan sentimen global dan terutama sentimen rilis GDP Indonesia dapat lebih baik dari perkiraan kami, sehingga tidak menambah derita IHSG," kata dia, Rabu (5/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada rentang support 5.055-5.078 dan resisten 5.098-5.112.
Kemarin, laju IHSG tidak jauh berbeda dari laju bursa saham China sekitar yang bergerak variatif cenderung tertekan seiring imbas kembalinya aksi profit taking. Pergerakan IHSG cenderung mendatar/sideways sepanjang intraday perdagangan.
Maraknya penguatan harga saham-saham konsumer seiring penilain akan murahnya bahan baku produksi karena turunnya sejumlah harga komoditi yang dibarengi penguatan saham-saham properti yang didominasi saham-saham properti kelas menengah dan saham-saham konstruksi tidak mampu menahan pelemahan IHSG.
Rupiah yang melanjutkan pelemahan yang dibarengi kembali tercatatnya nett sell asing dari posisi nett buy Rp224 miliar miliar menjadi nett sell Rp197 miliar turut menambah sentimen negatif.
Sentimen negatif bertambah dengan adanya rilis perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2014 yang hanya sebesar 5% dari Kementerian Keuangan. Rilis ini bahkan di bawah perkiraan kami di level 5,2%-5,25%.
(rna)
Lihat Juga :