Sentimen Negatif Kuat, IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi
Senin, 10 November 2014 - 08:14 WIB
Sentimen Negatif Kuat, IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi akan melanjutkan koreksi karena semakin kuatnya sentimen negatif di pasar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola black marubozu lewati middle bollinger band (MBB). MACD bergerak datar dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.
"Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya," kata dia, Senin (10/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.019-5.025 dan resisten 5.050-5.082. Laju IHSG pada akhir pekan lalu gagal mendekati target resisten 5.076-5.093 dan berada di bawah target support 5.048-5.054.
Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan mendarat di zona merah. Masih berlanjutnya aksi profit taking membuat IHSG sulit keluar dari pelemahannya. Kondisi yang sama seperti sehari sebelumnya, di mana positifnya laju bursa saham AS dan Eropa tampaknya tidak banyak berimbas pada laju IHSG yang kembali melanjutkan penurunan.
Tampaknya masih adanya imbas pemangkasan ekonomi internal yang menyulitkan posisinya untuk memenuhi target pertumbuhan dalam APBN dan berbaliknya asing mencatatkan nett sell dari nett buy Rp351,25 miliar miliar menjadi nett sell Rp183,75 miliar kurang mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.
Padahal laju rupiah sedang mengalami kenaikan, namun tertutupi oleh sentimen negatif tersebut. Ditambah lagi, laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah membuat IHSG makin menderita.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola black marubozu lewati middle bollinger band (MBB). MACD bergerak datar dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.
"Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya," kata dia, Senin (10/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.019-5.025 dan resisten 5.050-5.082. Laju IHSG pada akhir pekan lalu gagal mendekati target resisten 5.076-5.093 dan berada di bawah target support 5.048-5.054.
Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan mendarat di zona merah. Masih berlanjutnya aksi profit taking membuat IHSG sulit keluar dari pelemahannya. Kondisi yang sama seperti sehari sebelumnya, di mana positifnya laju bursa saham AS dan Eropa tampaknya tidak banyak berimbas pada laju IHSG yang kembali melanjutkan penurunan.
Tampaknya masih adanya imbas pemangkasan ekonomi internal yang menyulitkan posisinya untuk memenuhi target pertumbuhan dalam APBN dan berbaliknya asing mencatatkan nett sell dari nett buy Rp351,25 miliar miliar menjadi nett sell Rp183,75 miliar kurang mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.
Padahal laju rupiah sedang mengalami kenaikan, namun tertutupi oleh sentimen negatif tersebut. Ditambah lagi, laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah membuat IHSG makin menderita.
(rna)
Lihat Juga :