Stok Minyak Diproyeksi Naik, WTI Terkoreksi
Selasa, 11 November 2014 - 10:28 WIB

Stok Minyak Diproyeksi Naik, WTI Terkoreksi
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan terkoreksi mendekati level terendah dalam hampir satu pekan karena stok minyak Amerika Serikat (AS) diproyeksi akan naik untuk pekan keenam didukung spekulasi bahwa pasokan minyak melebihi permintaan. Sementara brent stabil di London.
Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah turun 1,6%, kemarin. Survei Bloomberg News sebelum laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS kemungkinan bertambah 1 juta barel pekan lalu.
Persediaan minyak mentah AS diperkirakan meningkat menjadi 381,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 7 November 2014. Itu akan menjadi level tertinggi sejak Juli 2014.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Kuwait Ali Al-Omair mengatakan bahwa Organisasi Negara-negera Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan mengurangi produksi kolektif ketika bertemu di Wina bulan ini karena harga akan stabil setelah kelebihan pasokan minyak diserap.
Harga minyak mentah telah anjlok ke pasar bearish di tengah tanda-tanda bahwa pasokan minyak global melampaui permintaan. Memimpin anggota OPEC merespons dengan mengurangi harga ekspor mereka, namun menolak memangkas produksi karena mereka bersaing dengan AS, yang memproduksi minyak di laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun.
"Ada cukup pasokan minyak untuk memenuhi permintaan. Namun, pemangkasan secara subtansi diperlukan agar harga minyak menguat," kata analis di Fat Prophets David Lennox seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/11/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember berada di USD77,35 per barel pada pukul 13.05 siang waktu Sydney. Kontrak turun 5 sen dibanding kemarin sebesar USD77,40, penutupan terendah sejak 4 November 2014.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 36% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 21% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange London untuk pengiriman Desember turun 19 sen menjadi USD82,15 per barel, setelah turun 1,3% kemarin ditutup pada level terendah sejak Oktober 2010.
Premi minyak mentah patokan Eropa ii terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,80, turun dibandingkan kemarin sebesar USD4,94.
Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah turun 1,6%, kemarin. Survei Bloomberg News sebelum laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS kemungkinan bertambah 1 juta barel pekan lalu.
Persediaan minyak mentah AS diperkirakan meningkat menjadi 381,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 7 November 2014. Itu akan menjadi level tertinggi sejak Juli 2014.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Kuwait Ali Al-Omair mengatakan bahwa Organisasi Negara-negera Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan mengurangi produksi kolektif ketika bertemu di Wina bulan ini karena harga akan stabil setelah kelebihan pasokan minyak diserap.
Harga minyak mentah telah anjlok ke pasar bearish di tengah tanda-tanda bahwa pasokan minyak global melampaui permintaan. Memimpin anggota OPEC merespons dengan mengurangi harga ekspor mereka, namun menolak memangkas produksi karena mereka bersaing dengan AS, yang memproduksi minyak di laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun.
"Ada cukup pasokan minyak untuk memenuhi permintaan. Namun, pemangkasan secara subtansi diperlukan agar harga minyak menguat," kata analis di Fat Prophets David Lennox seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/11/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember berada di USD77,35 per barel pada pukul 13.05 siang waktu Sydney. Kontrak turun 5 sen dibanding kemarin sebesar USD77,40, penutupan terendah sejak 4 November 2014.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 36% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 21% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange London untuk pengiriman Desember turun 19 sen menjadi USD82,15 per barel, setelah turun 1,3% kemarin ditutup pada level terendah sejak Oktober 2010.
Premi minyak mentah patokan Eropa ii terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,80, turun dibandingkan kemarin sebesar USD4,94.
(rna)