Minyak Anjlok, Dow dan S&P Mengakhiri Rekor Beruntun

Kamis, 13 November 2014 - 08:57 WIB
Minyak Anjlok, Dow dan...
Minyak Anjlok, Dow dan S&P Mengakhiri Rekor Beruntun
A A A
NEW YORK - Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat, mengakhiri rekor tertinggi yang berhasil dicetak selama lima hari beruntun dipicu melemahnya sektor energi dan utilitas.

Saham energi jatuh didorong anjloknya harga minyak. Minyak mentah brent jatuh ke bawah USD80 per barel untuk kali pertama sejak September 2010. Akibatnya, saham sektor energi ikut melemah. Saham Exxon Mobil turun 1,1% menjadi USD95,38, sementara sektor energi di indeks S&P minus 0,9%.

Adapun sektor utilitas di indeks S&P 500 turun 2% dan merupakan penurunan di indeks S&P, membalikkan keuntungan baru-baru ini.

Indeks S&P 500 telah menguat lebih dari 9% dari posisi terendah enam bulan terakhir pada Oktober didukung membaiknya data ekonomi dan laba bersih emiten. Sejauh ini, indeks S&P telah meningkat 10,3%.

"Secara keseluruhan kondisi telah bergeser dari negatif ke positif. Kami memiliki mental untuk kembali menguat, sehingga pasar saham cukup tenang, dan saya pikir investor sebenarnya cukup nyaman saat ini," kata Manajer Portofolio di Cozad Asset Management Bryant Evans seeprti dilansir dari Reuters, Kamis (13/1/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 2,7 poin atau 0,02% ke 17.612,2; indeks S&P 500 susut 1,43 poin atau 0,07% ke 2.038,25; sedangkan Nasdaq Composite bertambah 14,58 poin atau 0,31% ke 4.675,14.

Sementara transaksi saham tercatat sekitar 5,9 miliar saham di bursa AS. Volume itu di bawah rata-rata bulan ini sebanyak 6,6 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
4 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
6 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
6 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
6 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
7 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved