BI: Kenaikan Harga dan Penjualan Properti Melambat

Kamis, 13 November 2014 - 13:40 WIB
BI: Kenaikan Harga dan...
BI: Kenaikan Harga dan Penjualan Properti Melambat
A A A
JAKARTA - Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) ‎pada kuartal III/2014 mengindikasikan adanya perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer.

SHPR di kota besar pada kuartal III/2014 berada pada level 178,88 atau meningkat 1,46% (qtq), lebih rendah dari kuartal sebelumnya dari 1,69%.

Kenaikan harga bahan bangunan (32%) dan kenaikan upah pekerja (22,77%) merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, secara kuartalan perlambatan harga paling tinggi terjadi pada rumah tipe kecil.

Hasil survei mengindikasi perlambatan harga terjadi pada seluruh tipe bangunan, tertinggi pada rumah tipe kecil (1,44%).

"Sementara berdasarkan wilayah, Makasar tercatat mengalami perlambatan harga paling tinggi‎ (2,55%), terutama pada rumah tipe menengah (1,53%) setelah mengalami pertumbuhan cukup tinggi pada dua kuartal sebelumnya," kata dia dalam rilisnya, Kamis (13/11/2014).

Dia melanjutkan, perlambatan ‎harga yang cukup tinggi juga terjadi di Balikpapan (1,18%), terutama pada rumah tipe kecil (0,63%).

Menurutnya, pertumbuhan kenaikan harga di wilayah tersebut merupakan yang terendah sepanjang periode survei.

Kenaikan harga properti juga melambat secara tahunan. Pertumbuhan harga properti residensial secara tahunan tercatat sebesar 6,53%, melambat dibandingkan kenaikan harga pada kuartal II/2014 (7,4%).

Dilihat berdasarkan tipe rumah, perlambatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah terutama tipe kecil.

Berdasarkan wilayah, perlambatan kenaikan harga paling tinggi terjadi di Denpasar dan Jabodebek-Banten. Dia mengungkap, secara umum wilayah yang disurvei menunjukan perlambatan kecuali di Bandung dan Banjarmasin.

Indeks harga properti residensial mengindikasikan pergerakan yang searah dengan perubahan ‎indeks harga sub kelompok biaya tempat tinggal dalam IHK-BPS.

Indeks harga sub kelompok biaya tempat tinggal IHK-BPS pada kuartal III/2014 (Juli-September 2014) tercatat meningkat 0,77%, lebih rendah daripada kenaikan harga pada periode sebelumnya (0,79%).

Tirta mengatakan, pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal III/2014 melambat. Hasil survei menunjukan, bahwa penjualan properti residensial melambat dibandingkan kuartal sebelumnya dari 36,65% menjadi 33,69%.

"Perlambatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe besar. Sementara berdasarkan lokasi, perlambatan pertumbuah rumah tipe besar tertinggi terjadi di Makasar," papar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
11 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
48 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
59 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved