Data Ekonomi Variatif, Wall Street Melemah Tipis

Rabu, 26 November 2014 - 09:01 WIB
Data Ekonomi Variatif,...
Data Ekonomi Variatif, Wall Street Melemah Tipis
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir melemah tipis karena ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tumbuh di atas estimasi, dibayangi turunnya tingkat kepercayaan konsumen dan naiknya harga rumah.

Produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal III di atas perkiraan, tetapi data terpisah menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen menurun untuk lima bulan dan kenaikan harga rumah menekan pasar saham.

Bursa saham bergerak fluktuatif dengan volume rendah. Tercatat, sekitar 6,1 miliar saham diperdagangkan. Jumlah itu di bawah rata-rata harian bulan ini sebanyak 6,36 miliar. Pasar AS akan ditutup pada Kamis karena Thanksgiving, sementara perdagangan Jumat hanya setengah hari.

"Kami tidak mendapatkan data PDB yang besar, tidak menguncang, tetapi ekonomi AS benar-benar baik," kata Direktur Investasi Regional di US Bank Wealth Management Jeff Kravetz seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (26/11/2014).

Dia mengatakan, dukungan bank sentral dari Asia dan Eropa secara efektif mendorong Federal Reserve AS mengambil langkah mundur, di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global di Eropa dan negara berkembang.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 2,96 poin atau 0,02% ke 17.814,94; indeks S&P 500 terkoreksi 2,38 poin atau 0,12% ke 2.067,03; dan Nasdaq Composite bertambah 3,36 poin atau 0,07% ke 4.758,25.

Saham sektor energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 1,6%. Hal itu akibat anjloknya harga minyak mentah berjangka AS sebesar 2,5%, mendekati level terendah dalam lebih dari empat tahun menjelang pertemuan OPEC pada Kamis.

Saham Exxon Mobil turun 1% menjadi USD94,78, sementara Chevron melemah 1,2% menjadi USD116,15.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
59 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
3 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
3 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
4 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
4 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
6 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved