Pengamat Ragukan RI Dapat Diskon Minyak dari Sonangol

Senin, 01 Desember 2014 - 17:26 WIB
Pengamat Ragukan RI...
Pengamat Ragukan RI Dapat Diskon Minyak dari Sonangol
A A A
JAKARTA - Pakar energi dari Universitas Indonesia, Iwa Garniwa meragukan Indoensia akan mendapatkan diskon dalam pembelian minyak dari Sonangol di Angola.

Menurutnya, ngola masuk dalam anggota pengekspor minyak, sehingga terikat dengan harga pasar dunia.

Dia mengatakan, pemerintah dinilai melakukan kebohongan publik jika realisasi kerja sama impor minyak dari Sonangol EP batal dilaksanakan.

Pasalnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said sebelum kontrak ditandatangani sudah melakukan pencitraan ke publik dengan mengatakan ada diskon USD15 per barel atau penghematan Rp30 miliar per hari.

"Pembelian minyak Goverment to Goverment bisa saja terjadi. Namun Angola itu masuk dalam anggota pengekspor minyak, artinya mereka juga terikat dengan harga pasar dunia," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/12/2014).

Menurutnya, diskon bisa saja diberikan apabila kerja sama itu Goverment to Goverment. Artinya, yang memberikan diskon adalah pemerintah.

Sementara, Angola sebagai negara pengekspor minyak bagian dari OPEC tidak bisa serta merta menurunkan harga di bawah harga market.

"Diskon itu ada di kebijakan negara. Kalau Angola tidak termasuk dari anggota OPEC, dia bisa memberikan diskon. Pasalnya, Angola adalah anggota OPEC," tegasnya.

Seharusnya, lanjut Iwa, sebagai tokoh publik, pernyataan Presiden dan menteri ESDM serta menteri BUMN itu mewakili jajaran di bawahnya seperti Pertamina.

"Pernyataan mereka seharusnya mewakili jajajaran di bawahnya. Kalau pernyataan Presiden dan menteri tidak bisa dipercaya bakal susah juga jajaran di bawahnya," tegasnya.

Menurut dia, kepercayaan itu dimulai dari Presiden, kemudian level berikutnya yaitu Menteri ESDM dan BUMN, lalu operator Pertamina. Di sini terlihat perbedaan penafsiran antara jajaran menteri dengan Pertamina.

"Situasi sekarang, terajdi perbedaan antara Pertamina, Menteri BUMN dan Menteri ESDM. Siapa yang melakukan kesalahan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Jadi Pemasok Utama...
Rusia Jadi Pemasok Utama Impor Minyak ke China Juli 2022
Kejagung Ungkap Ahok...
Kejagung Ungkap Ahok Mengetahui Impor-Ekspor Minyak Mentah Pertamina
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Terselamatkan Penurunan Impor
Dulu Ekspor Kini Impor,...
Dulu Ekspor Kini Impor, Bahlil Ingin Produksi Minyak Balik Seperti 1997
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved