Kemendag Targetkan Revitalisasi 336 Pasar Tradisional di 2015

Rabu, 03 Desember 2014 - 18:44 WIB
Kemendag Targetkan Revitalisasi...
Kemendag Targetkan Revitalisasi 336 Pasar Tradisional di 2015
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan untuk merevitalisasi sebanyak 336 pasar tradisional di Indonesia tahun depan.

Hal tersebut untuk merealisasikan visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun dan merevitalisasi 5.000 pasar tradisional dalam lima tahun.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Sri Agustina mengatakan, agar target tersebut terealisasi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait.

Dia mengungkapkan, anggaran revitalisasi pasar tradisional ini akan diambil dari dana alokasi khusus (DAK) yang sudah dimasukan dalam anggaran Kemendag 2015.

"Dalam program 2015 ada dana alokasi khusus Kemendag untuk ke 336 pasar karena akan ada 336 kabupaten/kota yang kita alokasikan. Nanti ditambah dari kementerian lagi. Kalau kurang dari 1.000 pasar kita akan usulkan untuk ditambah," ujarnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Dia menjelaskan, untuk mencapai target revitalisasi 1.000 pasar per tahun, Kemendag telah melakukan koordinasi dengan kementerian lain. "Ini karena program revitalisasi pasar bukan hanya dilakukan Kemendag," ucapnya.

Menurutnya, kementerian lain seperti Kementerian Pertanian telah mempunyai program pembangunan pasar petani.

Begitu juga dengan Kementerian Koperasi dan UKM punya program bantuan sosial bagi pasar di wilayah kecamatan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan punya program revitalisasi pasar nelayan dan sebagainya.

"Itu kita intergrasikan, kita sudah rapatkan. Jadi bukan hanya Kemendag yang melakukan revitalisasi pasar khususnya pada 2015," pungkas Sri Agustina.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
16 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
43 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
55 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved