Pasar Obligasi Pekan Ini Berpotensi Melemah

Senin, 08 Desember 2014 - 15:54 WIB
Pasar Obligasi Pekan...
Pasar Obligasi Pekan Ini Berpotensi Melemah
A A A
JAKARTA - Laju pasar obligasi pada pekan ini diprediksi memiliki potensi melemah jika tidak diimbangi sentimen positif lantaran banyaknya sentimen negatif yang berkembang di pasar.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pasar obligasi pekan ini akan dipengaruhi oleh mulai adanya keinginan ambil untung (profit taking) yang didukung kurang kondusifnya sentimen dari dalam negeri terkait dengan pelemahan rupiah, penilaian akan kembali meningkatnya BI rate untuk meredam inflasi pasca kenaikan harga BBM, hingga penurunan cadangan devisa.

"Sentimen tersebut mempengaruhi pasar obligasi, sehingga berpotensi melemah jika tidak diimbangi oleh sentimen positif lainnya," kata dia, Senin (8/12/2014).

Menurut dia, jika ada sentimen positif atau jika pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk dapat kembali mengakumulasi, sehingga dapat menahan pelemahan yang terjadi maka dia mengestimasikan pasar obligasi dapat bergerak menguat dengan minimal perubahan harga obligasi rerata sebanyak 15-25 basis points (bps).

Tetapi, jika sentimen negatif dan aksi profit taking masih berlanjut maka harga obligasi akan berpotensi melemah hingga minimal rerata 45-60 bps. "Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada," saran Reza.

Sementara laju pasar obligasi sepanjang pekan kemarin berbalik melemah seiring aksi jual setelah merespon sentimen yang ada. Salah satunya terkait dengan adanya kenaikan harga BBM yang memberikan imbas pada kenaikan harga sejumlah barang, sehingga berpengaruh pada lonjakan inflasi.

Pelaku pasar sempat menilai dan khawatir jika nantinya kembali terjadi inflasi maka diperkirakan oleh mereka bahwa BI nantinya akan kembali menaikkan suku bunganya. Perkiraan ini yang mempengaruhi minat transaksi dan terjadi aksi lepas obligasi. Tetapi, efek negatif tersebut makin tereduksi dengan tercatatnya surplus neraca perdagangan bulan Oktober.

Masih berlanjutnya laju rupiah yang cenderung tertekan dengan kembali menguatnya USD membuat pelaku pasar khawatir akan pergerakan rupiah ke depannya, sehingga pelaku pasar cenderung melepas obligasinya yang beberapa minggu sebelumnya terapresiasi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved