Asian Agri Belum Berniat Tambah Target Produksi 2015

Jum'at, 12 Desember 2014 - 13:26 WIB
Asian Agri Belum Berniat...
Asian Agri Belum Berniat Tambah Target Produksi 2015
A A A
JAKARTA - General Manager Asian Agri Freddy Widjaya mengatakan, pihaknya belum berniat menambah jumlah target produksi kelapa sawit untuk tahun depan. Seperti diketahui, tahun ini Asian Agri menargetkan produksi 1 juta ton kelapa sawit.

"Tahun 2015 masih akan sama seperti tahun ini yaitu 1 juta ton, 50% dari produksi inti dan 50% berasal dari plasma maupun swadaya," kata dia di Hotel Four Season Jakarta, Jumat (12/12/2014).

Dia mengatakan, saat ini perusahaan juga tidak berencana untuk menambah lahan baru. Pihaknya mengaku, Asian Agri sendiri memproduksi kelapa sawit dari 100 ribu hektar lahan inti dan 60 ribu lahan plasma.

Dia menambahkan, saat ini, perusahaan fokus untuk intensifikasi dengan lahan yang sudah ada. "Secara produksi akan stabil di 1 juta ton. Sementara strategi pengembangan intensifikasi replanting 5.000-7.000 hektar," lanjutnya.

Sementara untuk pengembangan, perusahaan sedang berencana membangun pembangkit listrik energi baru dan terbarukan.

"Saat ini kita pembangunan ada 5 biogas plan, dari situ berpotensi memproduksi listrik. Kita tunggu tanggal mainnya. Harapan first half sudah bisa conditioning," tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asian Agri Bantu Masyarakat...
Asian Agri Bantu Masyarakat Desa Cegah Pandemi Covid-19
Industri Sawit Tahan...
Industri Sawit Tahan Banting di Tengah Pandemi Covid-19
Laporan Pandawa Agri...
Laporan Pandawa Agri 2023 Dorong Transformasi Sektor Pertanian
Inovasi Digital Membentuk...
Inovasi Digital Membentuk Masa Depan Industri Sawit
Dari Kebun ke Energi...
Dari Kebun ke Energi Masa Depan: Asian Agri dan Apical Soroti Manfaat Kelapa Sawit
Asian Agri Tingkatkan...
Asian Agri Tingkatkan Penghasilan Petani Dua Kali Lipat Lewat Replanting
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved