Tak Penuhi Target, Jokowi Ancam Hentikan DAK

Minggu, 14 Desember 2014 - 15:43 WIB
Tak Penuhi Target, Jokowi...
Tak Penuhi Target, Jokowi Ancam Hentikan DAK
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan menghentikan dana alokasi khusus (DAK) kepada daerah yang tak mampu memenuhi target melaksanakan pembangunan proyek-proyek, khususnya proyek-proyek yang akan dimulai pada tahun anggaran 2015.

“Kita putus (DAK), harus gitu,” kata Presiden Jokowi dilansir dari situs resmi Sekretaris kabinet RI, Minggu (14/12/2014).

Dia menjelaskan, selain DAK, juga ada kemungkinan untuk memotong dana alokasi umum (DAU) daerah. Langkah ini perlu dilakukan, menurut Jokowi, untuk mencegah proyek di akhir tahun anggaran, yang selalu terulang tiap tahunnya.

“Bayangkan proyek dibangun mulai September, kualitasnya bagaimana?” kata Jokowi.

Saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2015, Jokowi meminta agar pelaksanaan pembangunan proyek-proyek dengan anggaran 2015 paling lambat dimulai pada akhir Maret agar pekerjaan tidak menumpuk di akhir tahun.

Untuk itu, dia akan segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk percepatan penyerapan anggaran. Jokowi juga meminta agar lelang dapat segera dimulai, sehingga pelaksanaan pembangunan proyek-proyek dapat dimulai akhir Maret.

Dengan demikian, dia berharap peredaran uang untuk kegiatan pelaksanaan proyek akan memacu aktivitas perekonomian dan meningkatkan kualitas barang, proyek dan bangunan infrastruktur.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jelang Akhir Tahun,...
Jelang Akhir Tahun, Realisasi DAK Fisik di Sulsel 57,85 Persen
Pemkab Tambrauw Raih...
Pemkab Tambrauw Raih Peringkat I Penyaluran DAK Fisik 2021
Realisasi DAK Fisik...
Realisasi DAK Fisik di Wilayah Sulsel Sudah Mencapai 93%
Dinas PM-PTSP Makassar...
Dinas PM-PTSP Makassar Terima DAK Rp320 Juta dari Pusat
DAK Fisik Sinjai 2021...
DAK Fisik Sinjai 2021 Rp236 Miliar, Terbesar di Sulsel
Tersangka Korupsi DAK,...
Tersangka Korupsi DAK, KPK Tahan Kepala BPPD Kabupaten Labuhanbatu Utara
Berita Terkini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
21 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
44 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved