BPH Migas: Penghapusan Premium Harus Bertahap

Sabtu, 27 Desember 2014 - 17:16 WIB
BPH Migas: Penghapusan...
BPH Migas: Penghapusan Premium Harus Bertahap
A A A
JAKARTA - Anggota Komite BPH Migas, Ibrahim Hasyim menilai penghapusan bahan bakar minyak (BBM) RON 88 atau premium sebagai perubahan besar. Namun, upaya ini harus dilakukan secara bertahap agar berjalan baik.

"Biar berjalan mulus semestinya diberi waktu sosialisasi. Selanjutnya proses transisi ini tidak boleh berubah drastis, jadi harus bertahap," jelas Hasyim dalam Talkshow Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

Dia mengungkapkan, saat ini terjadi persaingan harga antara OPEC dengan grup pemasok minyak di Amerika Serikat (AS), terkait penurunan harga minyak dunia. Sehingga, momentum ini harus disikapi dengan pembentukan policy response yang tidak gegabah.

Dia menilai selama ini kilang-kilang minyak Pertamina belum sanggup membuat sepenuhnya RON 92 atau pertamax. Umumnya kilang-kilang Pertamina memproduksi minyak di bawah oktan 80.

‎"Dari 90% volume premium yang mau dikonversikan ke pertamax, apakah Pertamina sanggup memenuhinya," tandas Ibrahim.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BBM Premium dan Pertalite...
BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
Simak Baik-baik, Begini...
Simak Baik-baik, Begini Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite
BBM Pertalite Bakal...
BBM Pertalite Bakal Disubsidi Pemerintah, Sinyal Premium Dihapus Makin Kuat
Bagaimana Nasib BBM...
Bagaimana Nasib BBM Premium, Menteri ESDM: Secara Alami Tergantikan Oleh Pertalite
Resmi! Premium Dihapus...
Resmi! Premium Dihapus Mulai Tahun Depan, Paling Rendah Hanya Pertalite
Siap-siap Wahai Penikmat...
Siap-siap Wahai Penikmat BBM Premium, Kuota di Jawa-Madura-Bali Akan Dikurangi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved