Empat Perusahaan PKP2B Sepakati Amandemen Kontrak

Rabu, 07 Januari 2015 - 15:23 WIB
Empat Perusahaan PKP2B...
Empat Perusahaan PKP2B Sepakati Amandemen Kontrak
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan telah menyelesaikan susunan amandemen kontrak bagi empat perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

"Hari ini pembahasan amendemen bersama empat PKP2B. Mereka sudah sepakati amendemen. Nanti kami laporkan dulu kepada Menteri ESDM," tutur Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Sukhyar di Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Menurut Sukhyar, keempat PKP2B yang telah menyepakati amendemen kontrak, di antaranya PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Jorong Barutama Greston dan Indexsim Coalindo. Indominco merupakan PKP2B generasi I, sedangkan tiga perusahaannya merupakan pemegang PKP2B generasi II.

"Amandemen ini cepat selesai karena praktis tidak ada permasalahan pada sektor penerimaan negara," tutur Sukhyar.

Dia menargetkan, penyusunan amandemen kontrak tahun ini ada 12 PKP2B. Jika semuanya selesai maka penandatanganan amandemen kontrak tinggal menunggu arahan Menteri ESDM Sudirman Said.

"Manakala ini dapat tercapai, tinggal menunggu arahan Menteri ESDM," tuturnya.

Sementara Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Tjahjono Setiabudi mengatakan, renegosiasi amandemen kontrak PKP2B generasi II lebih mudah dalam penyusunan naskah amendemen lantaran mekanisme besaran penerimaan negara yang digunakan mengacu pada ketentuan yang berlaku (prevailing).

"Berbeda dengan pemegang PKP2B generasi I dan III yang besaran penerimaan negara berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah dan berlaku tetap (nailed down)," ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, dari 107 perusahaan pertambangan terdiri dari 34 perusahaan Kontrak Karya (KK) dan 73 perusahaan PKP2B yang setuju melakukan renegosiasi kontrak, sebanyak 87 perusahaan yang telah menandatangani nota kesepahaman amendemen.

Nota kesepahaman yang ditandatangani antara perusahaan KK maupun PKP2B dengan pemerintah mengatur kesepahaman bersama atas enam hal pokok renegosiasi, yang nantinya akan dimasukkan ke dalam amendemen KK.

Keenam hal pokok tersebut, di antaranya luas wilayah, royalti, pajak dan bea ekspor, pengolahan dan pemurnian dalam negeri, divestasi saham, penggunaan tenaga kerja lokal, barang dan jasa dalam negeri dan masa berlaku kontrak.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ASN Kementerian ESDM...
ASN Kementerian ESDM Pelajari Pengawasan Operasi Tambang dengan SIG
Kementerian ESDM: Pertambangan...
Kementerian ESDM: Pertambangan Tanpa Izin Perlu Jadi Perhatian Bersama
Kementerian ESDM Berharap...
Kementerian ESDM Berharap CNI Jadi Pionir Ekosistem EV Battery
Terdesak Ekonomi, 3,7...
Terdesak Ekonomi, 3,7 Juta Orang Bekerja di Tambang Ilegal
Massa AMLT Desak Kementerian...
Massa AMLT Desak Kementerian ESDM Cabut Izin Supra Bara Energy
KPK Endus Indikasi Suap...
KPK Endus Indikasi Suap Bos Tambang ke Pejabat Kementerian ESDM
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
39 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved