Wall Street Terkoreksi Dipicu Jatuhnya Harga Komoditas

Rabu, 14 Januari 2015 - 09:02 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Jatuhnya Harga Komoditas
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi tipis, dipimpin penurunan sektor bahan baku dan energi pasca kembali jatuhnya harga komoditas.

Ketiga indeks jatuh dari level tertinggi lebih dari 1%, dengan indnks S&P 500 terkoreksi lebih dari 48 poin dari level tertinggi.

Saham sektor pengembang perumahan (HGX) turun 1,5% setelah KB Home (KBH.N) memperkirakan penurunan margin kotor untuk kuartal I/2015. Adapun saham KB Home turun 16,3% menjadi USD13,87, persentase penurunan terbesar sejak 1992.

Harga tembaga turun jauh di bawah USD6.000 per ton ke level terlemah dalam lebih dari lima tahun, sementara harga minyak jatuh ke dekat posisi terendah enam tahun terakhir.

Sektor energi di indeks S&P (SPNY) turun 0,7%, dengan saham Exxon Mobil (XOM.N) turun 0,4% menjadi USD90.

Saham Freeport McMoran Copper & Gold (FCX.N) turun 7,5% menjadi USD21,04, penurunan terbesar di indeks S&P. Sementara sektor bahan baku di indeks S&P (SPLRCMA) turun 1,2% dan dan menjadi sektor dengan kinerja terburuk di indeks S&P.

"Kami melihat harga komoditas terus turun, tidak hanya minyak, tetapi di seluruh komoditas. Jadi kekhawatiran rendahnya harga komoditas ini dapat menyebabkan deflasi global," kata Kepala Ekonom Pasar di Rockwell Global Capital Peter Cardillo seperti dilansir Reuters, Rabu (14/1/2015).

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,16 poin atau 0,15% ke 17.613,68; indeks S&P 500 terkoreksi 5,23 poin atau 0,26% ke 2.023,03; dan indeks Nasdaq Composite turun 3,21 poin atau 0,07% ke 4.661,50.

Sekitar 7,9 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume tersebut di atas rata-rata lima sesi perdagangan terakhir sebanyak 7,2 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
39 menit yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
1 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
2 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
2 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved