Bali Dorong Segera Dibentuk TPID

Kamis, 15 Januari 2015 - 00:16 WIB
Bali Dorong Segera Dibentuk...
Bali Dorong Segera Dibentuk TPID
A A A
DENPASAR - Wakil Gubernur Provinsi Bali I Ketut Sudikerta mendorong agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di sembilan kabupaten/kota segera terbentuk pada akhir Januari 2015. Saat ini, kabupaten yang memiliki TPID baru Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.

Dia mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi karena menjadi faktor pemicu bertambahnya angka kemiskinan.

“Inflasi ini masalah serius, perlu langkah nyata dalam pengendaliannya,” papar Sudikerta di Ruang Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/1/2015).

Mengutip laporan BPS, Sudikerjaa menjelaskan, saat ini beras merupakan salah satu komponen utama pemicu inflasi.

Untuk itu, dia mengingatkan perlu terobosan nyata di sektor pertanian. Terobosan tersebut, antara lain meningkatkan kualitas sarana/prasarana bidang pertanian seperti ketersediaan bibit unggul, pupuk dan alat pengolahan sawah.

Adapun penyediaan sarana/prasarana ini juga perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM pada bidang pertanian.

Selain beras, bahan pokok lainnya seperti daging babi, daging ayam, bumbu-bumbuan, serta komoditas lainnya juga cukup mempengaruhi tingkat inflasi.

Menyikapi persoalan tersebut, Sudikerta mendorong tujuh kabupaten yang belum membentuk TPID dapat segera menyusul Buleleng dan Kota Denpasar.

Sudikerta menargetkan seluruh kabupaten/kota telah memiliki TPID pada akhir Januari 2015 mendatang.

Sementara itu Kepala BPS Bali Panunsunan Siregar mensimulasikan faktor inflasi sebagai pemicu bertambahnya angka kemiskinan.

Manakala harga kebutuhan meroket, masyarakat yang berpenghasilan rendah akan sulit membelinya. Hal itulah yang memicu makin tingginya angka kemiskinan.

Dia menyarankan agar pendeklarasian TPID segera dilakukan, sehingga pada 2015 inflasi dapat ditekan dari angka 8,32%.

Sementara Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Bali, Dewi Setyowati menyebutkan, pembentukan TPID ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Atas dua perangkat ini, pengumpulan data harga komoditas, peningkatan koordinasi dan peran pemerintah daerah akan dapat dioptimalkan dalam pencegahan inflasi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Dorong Ekonomi Bali...
OJK Dorong Ekonomi Bali Bangkit
Menteri Ekonomi Jokowi...
Menteri Ekonomi Jokowi Kumpul di Bali, Bahas Pemulihan Ekonomi
Ekonomi Bali Minus,...
Ekonomi Bali Minus, Menparekraf Apresiasi Kadin Gelar Munas di Bali
Mengawal Arah Pemulihan...
Mengawal Arah Pemulihan Regional
Bali Kembali Dibuka,...
Bali Kembali Dibuka, Pariwisata Juga Menyangkut Penyelamatan Ekonomi
Menkop Teten: Strategi...
Menkop Teten: Strategi Harus Diubah, Saatnya Bali Mengunjungi Dunia
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Trump Segera Bertemu...
Trump Segera Bertemu Putin untuk Rundingkan Akhir Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved