Kebijakan Impor Gula Pemerintah Sengsarakan Petani

Jum'at, 16 Januari 2015 - 06:18 WIB
Kebijakan Impor Gula...
Kebijakan Impor Gula Pemerintah Sengsarakan Petani
A A A
NGANJUK - Kebijakan pemerintah yang mengimpor gula melebihi kebutuhan pasar membuat kehidupan para petani tebu di berbagai daerah terjepit. Pemerintah yang seharusnya melindungi petani, justru menyengsarakan mereka dengan mengeluarkan kebijakan impor aneh.

Saking kesalnya, para petani di Desa Begenden, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, nekat membongkar tanaman tebu yang baru ditanam 1-3 bulan.

Para petani terpaksa membongkar tanaman tersebut karena hasil dari tebu sudah tidak bisa diharapkan lagi.

“Para petani berharap pemerintah menghentikan impor gula dengan jumlah melampui kebutuhan nasional, agar harga gula bisa kembali naik dan gula petani bisa dijual ke pasar lagi,” ujar Eko, salah seorang petani tebu di Nganjuk, Kamis (15/1/2015).

Sebelumnya, untuk setiap 1 hektare tanaman tebu petani bisa memetik hasil sekitar Rp40-Rp50 juta. Namun, sejak pemerintah melakukan impor gula dari luar negeri, harga gula di dalam negeri anjlok dan membuat petani merugi.

Diketahui, harga gula sesuai ketentuan pemerintah (hpp-harga pokok pemerintah) seharusnya Rp8.500 per kilogram. Tapi, kenyataan di lapangan harga gula di pasar anjlok menjadi Rp7.500 per kg.

Tidak hanya itu, ratusan ribu ton gula milik petani tidak bisa dijual dan menumpuk di gudang-gudang PG (perusahaan gula) seluruh Indonesia karena pasar sudah dikuasai gula impor dari luar negeri.

Selama ini secara nasional kebutuhan gula masyarakat Indonesia sebesar 3,6 juta ton per tahun. Sementara yang mampu diproduksi oleh seluruh perusahaan gula (PG) milik pemerintah hanya 2,4 juta ton.

Dari jumlah tersebut terjadi kekurangan gula secara nasional sebanyak 1,2 juta ton. Jumlah inilah yang seharusnya diimpor pemerintah. Namun, kenyataannya pemerintah mengimpor gula jauh melebihi kebutuhan nasional sehingga stok di pasar menumpuk dan gula petani tidak bisa dijual.

Setelah tanaman tebunya dibongkar, para petani berencana akan menggantinya dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
50 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved