ESDM Undang 24 Perusahaan Swasta Bahas Proyek 35.000 MW
Selasa, 20 Januari 2015 - 09:38 WIB
ESDM Undang 24 Perusahaan Swasta Bahas Proyek 35.000 MW
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengadakan pertemuan dengan 24 eksisting Independent Power Producer (IPP) untuk membahas proyek listrik 35.000 megawatt (MW).
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dengan mengundang perusahaan listrik swasta, diharapkan akan ada masukan untuk pembangunan proyek listrik tersebut ke depannya.
"Kepada mereka, kita jelaskan program ini dan memberi kesempatan besar kepada IPP. Pagi ini Pak Jarman (Dirjen Ketenagalistrikan) bersama PLN dan pelaksana unit program pembangunan tenaga listrik nasional mengundang 24 perusahaan yang sudah eksis," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1/2015).
Dengan demikian, menurut Sudirman, target pemerintah membangun proyek listrik 35.000 MW dalam lima tahun ke depan akan tercapai.
"Tujuannya adalah ingin bersama PLN membangun, mudah-mudahan bisa kasih penjelasan yang lebih dan masukan dari mereka, mendapat gambaran komitmen yang bisa mereka berikan serta sebesar apa," pungkasnya.
Sementara pemerintah sebelumnya menyatakan akan membnetuk Komite Gas guna mengurai sumbatan-sumbatan pada proyek percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.
Komite Gas akan dikomandoi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina (Persero). Komite ini akan memastikan ketersediaan gas untuk percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.
Sebagai informasi, PLN akan merealisasikan porsi percepatan pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW sebesar 10.000 MW. Sedangkan sisanya sebesar 25.000 MW akan direalisasikan oleh swasta (Independent Power Producer/IPP).
Berdasarkan data PLN, realisasi 10.000 MW membutuhkan pasokan gas sebesar 1.250 miliar British thermal unit per hari (BBTUD). Gas sebesar 1.250 BBTUD diperuntukkan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik selama 25 tahun.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dengan mengundang perusahaan listrik swasta, diharapkan akan ada masukan untuk pembangunan proyek listrik tersebut ke depannya.
"Kepada mereka, kita jelaskan program ini dan memberi kesempatan besar kepada IPP. Pagi ini Pak Jarman (Dirjen Ketenagalistrikan) bersama PLN dan pelaksana unit program pembangunan tenaga listrik nasional mengundang 24 perusahaan yang sudah eksis," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1/2015).
Dengan demikian, menurut Sudirman, target pemerintah membangun proyek listrik 35.000 MW dalam lima tahun ke depan akan tercapai.
"Tujuannya adalah ingin bersama PLN membangun, mudah-mudahan bisa kasih penjelasan yang lebih dan masukan dari mereka, mendapat gambaran komitmen yang bisa mereka berikan serta sebesar apa," pungkasnya.
Sementara pemerintah sebelumnya menyatakan akan membnetuk Komite Gas guna mengurai sumbatan-sumbatan pada proyek percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.
Komite Gas akan dikomandoi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina (Persero). Komite ini akan memastikan ketersediaan gas untuk percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.
Sebagai informasi, PLN akan merealisasikan porsi percepatan pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW sebesar 10.000 MW. Sedangkan sisanya sebesar 25.000 MW akan direalisasikan oleh swasta (Independent Power Producer/IPP).
Berdasarkan data PLN, realisasi 10.000 MW membutuhkan pasokan gas sebesar 1.250 miliar British thermal unit per hari (BBTUD). Gas sebesar 1.250 BBTUD diperuntukkan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik selama 25 tahun.
(rna)
Lihat Juga :