OJK: Pertumbuhan Perbankan Syariah Masih Besar
Kamis, 22 Januari 2015 - 16:24 WIB
OJK: Pertumbuhan Perbankan Syariah Masih Besar
A
A
A
JAKARTA - Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Pengaturan dan Pengawasan Perbankan Mulya Effendi Siregar meyakini, ruang dan potensi pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar.
"Oleh karena itu, kita dituntut secara persistent terus melakukan upaya mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah," kata dia, Kamis (22/1/2015).
Selain itu, unlocking berbagai potensi dan mengatasi hambatan pertumbuhan, yang gilirannya dapat mencapai skala ekonomis yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perbankan syariah nasional.
Sementara industri perbankan syariah di tahun ini juga akan menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, menurut dia, agar bisa menunjukan kinerja yang lebih baik, bank syariah harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk-produknya.
Dengan demikian, diharapkan perbankan syariah dapat merespons prospek industri syariah yang semakin berkembang.
"Saya pikir tinggal mereka yang harus pandai-pandai saja melakukan inovasi supaya mereka punya kemampuan untuk menggalang dana dengan lebih baik," papar dia.
Mulya menjelaskan, baru-baru ini OJK telah bertemu dengan perbankan nasional termasuk perbankan syariah. Dalam pertemuan itu, perbankan mengajukan usulan untuk memberikan kemudahan bagi perbankan syariah.
Contohnya, memberikan kemudahan kredit ke sektor pertanian, infrastruktur, konstruksi, kelistrikan dan pertambangan yang selama ini kurang dari 14%.
"Nah, kita sedang mempelajari apakah sektor-sektor ini, kalau sudah mempunyai return yang baik kemudian dalam suasana sekarang semua bank sudah punya manajemen risiko yang baik," jelas dia.
Menurut dia, jika sektor-sektor itu bagus, maka aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR) akan diberikan lebih rendah, sehingga perbankan termotivasi untuk membiayai sektor tersebut.
"Oleh karena itu, kita dituntut secara persistent terus melakukan upaya mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah," kata dia, Kamis (22/1/2015).
Selain itu, unlocking berbagai potensi dan mengatasi hambatan pertumbuhan, yang gilirannya dapat mencapai skala ekonomis yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perbankan syariah nasional.
Sementara industri perbankan syariah di tahun ini juga akan menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, menurut dia, agar bisa menunjukan kinerja yang lebih baik, bank syariah harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk-produknya.
Dengan demikian, diharapkan perbankan syariah dapat merespons prospek industri syariah yang semakin berkembang.
"Saya pikir tinggal mereka yang harus pandai-pandai saja melakukan inovasi supaya mereka punya kemampuan untuk menggalang dana dengan lebih baik," papar dia.
Mulya menjelaskan, baru-baru ini OJK telah bertemu dengan perbankan nasional termasuk perbankan syariah. Dalam pertemuan itu, perbankan mengajukan usulan untuk memberikan kemudahan bagi perbankan syariah.
Contohnya, memberikan kemudahan kredit ke sektor pertanian, infrastruktur, konstruksi, kelistrikan dan pertambangan yang selama ini kurang dari 14%.
"Nah, kita sedang mempelajari apakah sektor-sektor ini, kalau sudah mempunyai return yang baik kemudian dalam suasana sekarang semua bank sudah punya manajemen risiko yang baik," jelas dia.
Menurut dia, jika sektor-sektor itu bagus, maka aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR) akan diberikan lebih rendah, sehingga perbankan termotivasi untuk membiayai sektor tersebut.
(rna)
Lihat Juga :