Alasan Maroef Sjamsuddin Terima Jabatan Presdir Freeport

Kamis, 22 Januari 2015 - 21:00 WIB
Alasan Maroef Sjamsuddin...
Alasan Maroef Sjamsuddin Terima Jabatan Presdir Freeport
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Maroef Sjamsuddin didapuk menjadi presiden direktur (presdir) PT Freeport Indonesia, menggantikan Rozik B Soetjipto yang pensiun.

Lantas apa yang mendasari purnawirawan TNI ini menerima tawaran Freeport tersebut?

Maroef mengatakan, sebelum menerima tawaran tersebut, dirinya telah mempelajari mengenai keberadaan Freeport yang hampir 40 tahun di Papua.

"Saya tidak melihat dari sisi bisnisnya. Tetapi komitmen bagi bangsa dan negara, khususnya masyarakat Papua," ujarnya di Kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Dia juga melihat personalitas dari Chairman of the Board PT Freeport McMoran, Jim Bob Moffats yang menurutnya sangat dekat dan akrab dengan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

Selain itu, lanjut Maroef, dirinya melihat kontribusi non bisnis perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini kepada masyarakat Papua.

"Memang sangat banyak (kontribusi non bisnis) untuk program pendidikan, pengembangan pendidikan di situ ada Institute Penambangan Nemangkawi yang 90% adalah siswa asli Papua, 10% non Papua," ungkap Maroef.

Dari sisi tenaga kerja, Freeport memasukkan hampir 35% untuk masyarakat Papua, 64,04% untuk non Papua, dan 1,3% untuk ekspatriat. Selain itu, 36 pekerjaan dalam jajaran manajerial berasal dari Papua, serta lima vice president berasal dari Papua.

"Dari situ, saya cerna bahwa background saya sebagai seorang TNI yang pernah bertugas selama 34 tahun sejalan. Ini harus diamankan dan ditingkatkan. Betul-betul harus dikawal," tegasnya.

(Baca: Maroef Sjamsuddin Dilirik Sejak 2011)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
33 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved