Wall Street Berakhir Menguat Dipicu Sentimen Yunani

Selasa, 27 Januari 2015 - 09:00 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Menguat Dipicu Sentimen Yunani
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat karena investor menepis kekhawatiran kemenangan partai sayap kiri di Yunani akan membawa krisis di zona Eropa.

Partai Syriza menang mutlak dalam pemilihan umum (pemilu) Yunani pada 25 Januari lalu setelah menjanjikan untuk menerima pinjaman internasional ke Yunani dan mengakhiri langkah-langkah penghematan anggaran.

Sementara Amerika Serikat (AS) telah membatasi kontak langsung perekonomian dengan Yunani lantaran volatilitas di wilayah tersebut bisa melukai perusahaan multinasional.

"Ada banyak keraguan di pasar terhadap pemilu Yunani, tapi kemenangan Syriza telah diantisipasi pasar," kata Kepala Perdagangan Skuitas di Apex Capital Robert Francello seperti dilansir Reuters, Selasa (27/1/2015).

Sentimen positif lainnya didukung menguatnya saham sektor energi. Saham sektor energi memimpin kenaikan di indeks utama AS setelah Sekretaris Jenderal OPEC Abdulla al-Badri memproyeksikan bahwa harga minyak akan ke level rendah, sehingga bisa segera menguat.

Saham Chevron (CVX.N) naik 1,9% menjadi USD108,88, sementara Exxon Mobil (XOM.N) naik 1% menjadi USD91,76. Keduanya menjadi saham dengan kenaikan terbesar di indeks S&P 500. Saham sektor energi di indeks S&P 500 (SPNY) naik 1,4%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 6,1 poin atau 0,03% ke 17.678,7; indeks S&P 500 naik 5,27 poin atau 0,26% ke 2.057,09; dan Nasdaq Composite bertambah 13.88 poin atau 0,29% ke 4.771,76.

Volume perdagangan yang terjadi ringan. Sekitar 6,27 miliar saham diperdagangkan di bursa AS, di bawah rata-rata bulan ini sebanyak 7,26 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
37 menit yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
52 menit yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
1 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
1 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
2 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Bansos Pangan Berakhir,...
Bansos Pangan Berakhir, Jutaan Warga AS Terancam Kelaparan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved