Pabrik Gula Baru akan Dibangun di Jateng

Jum'at, 30 Januari 2015 - 04:19 WIB
Pabrik Gula Baru akan...
Pabrik Gula Baru akan Dibangun di Jateng
A A A
SEMARANG - Untuk meningkatkan kapasitas produksi gula di Jawa Tengah (Jateng), pemerintah akan membangun satu pabrik gula baru dan akan merevitalisasi tiga pabrik lain yang sudah ada.

Satu pabrik baru rencananya akan dibangun di daerah Comal, Pemalang, dengan kapasitas produksi mencapai 10 ribu ton per hari. Untuk membangun pabrik tersebut dibutuhkan investasi kurang lebih Rp2 triliun.

Pabrik ini akan menggantikan empat pabrik gula yang ada di wilayah utara Jateng, yakni PG Jatibarang Brebes, PG Pangkah Tegal, PG Sumberharjo Pemalang, dan PG Sragi Pekalongan.

Kepala Dinas Perkebunan Jateng, Teguh Winarno mengatakan, Jateng memiliki delapan pabrik Gula. Namun jumlah produksinya, hanya sekitar 18-20 ton per hari. Hal itu tidak sebanding dengan jumlah pabrik dan karyawan yang dimiliki.

"Dengan produksi sekarang ini sangat tidak efisien, sehingga untuk mencapai swasembada gula 2017 harus ada pabrik baru yang memiliki kapasitas lebih besar,” terangnya, Kamis (29/1/2015).

Menurut Teguh, masih ada beberapa kendala untuk merealisasikan pembangunan pabrik baru. Salah satunya sebelum realisasi pembangunan, harus menjual aset dari empat pabrik yang akan digantikan.

Secara aset, kata Teguh, empat pabrik yang akan digantikan kurang lebih memiliki nilai sebesar Rp1 triliun. “Investasi untuk membangun pabrik baru kurang lebih Rp2 triliun, jika nanti aset sudah terjual maka kurang Rp1 trilun dan akan dipenuhi melalui APBN,” katanya.

Masalah lain adalah terkait dengan nasib tenaga kerja yang saat ini bekerja di empat pabrik tersebut yang mencapai 4.000 orang. Padahal satu pabrik baru dengan mengandalkan mesin baru, hanya membutuhkan sekitar 1.000 pekerja. Artinya, ada 3.000 pekerja terancam kehilangan mata pencaharian.

Dia menyebutkan, saat ini ada beberapa opsi untuk meningkatkan kapasitas produksi Gula di Jateng. Salah satunya adalah merevitalisais PG Mojo dari kapasitas 1.800 ton/hari menjadi 4.000 ton/hari, PG Rendeng dan PG Tasikmadu masing-masing dari 2.500 ton/hari menjadi 4.000 ton/hari.

Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) berupaya menyakinkan DPR terkait terkait dengan pembangunan pabrik gula baru tersebut.

Direktur Utama PTPN IX, Adi Prasongko mengatakan, investasi pembangunan pabrik gula di Comal mendesak dilakukan guna mendukung swasembada gula pada tiga tahun mendatang. “Kami berharap, melalui DPR nanti bisa mempercepat proses pencairan,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
10 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
17 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved