PMN untuk BUMN Dinilai Tambah Beban Utang Negara

Jum'at, 30 Januari 2015 - 19:53 WIB
PMN untuk BUMN Dinilai...
PMN untuk BUMN Dinilai Tambah Beban Utang Negara
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah meningkatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai dapat menambah beban utang negara.

Analis Ekonomi Politik Tim Pakar Koalisi Anti Utang, Kusfiardi mengatakan, beban utang pemerintah sejauh ini tidak hanya memberatkan, tapi juga menggerogoti keuangan negara.

"Pada saat yang sama tidak ada jaminan bahwa alokasi PMN sebesar Rp72,9 triliun dalam RAPBNP 2015 bisa mencapai tujuan yang dicanangkan pemerintah sendiri," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Jumat (30/1/2015).

Dia mengatakan, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pernah menemukan perusahaan pelat merah yang menerima gelontoran PMN justru menggunakan dana tersebut untuk membayar utang.

"Jika demikian halnya, menjadi sangat mungkin seluruh target alokasi PMN tidak bisa mencapai tujuan yang diharapkan," terangnya.

Kusfiardi menambahkan, penyaluran PMN yang ada dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015 pun belum menyertakan dokumen studi kelayakan. Dokumen tersebut penting untuk melihat sejauh mana alokasi PMN bisa mencapai tujuan yang dicanangkan pemerintah.

"Sebaiknya DPR menolak rencana PMN yang berdampak pada meningkatnya beban utang. Selain itu, akuntabilitas kebijakan alokasi PMN ini rendah sekali," terangnya.

Dia mengatakan, penolakan DPR dapat mencegah bertambahnya utang negara. "Selain itu juga mencegah penggunaan uang negara, yang sama sekali berbeda dengan tujuan peruntukannya," tandas Kusfiardi.

Sekadar informasi, dalam Nota Keuangan RAPBNP 2015, pemerintah berencana memberikan PMN kepada BUMN, dengan tujuan mendukung agenda prioritas nasional untuk meningkatkan kedaulatan pangan, pembangunan infrastruktur dan maritim, mendukung industri kedirgantaraan serta membangun industri pertahanan nasional.

Pada APBN 2015, alokasi PMN hanya sebesar Rp5,1 triliun, sementara dalam Nota Keuangan RAPBNP 2015, alokasi melonjak sangat drastis menjadi Rp72,9 triliun.

Penambahan alokasi PMN tersebut menjadi alasan bagi pemerintah, menambah pembiayaan yang bersumber dari penerbitan surat berharga negara (SBN). Target tambahan itu melalui penerbitan surat utang negara dalam denominasi rupiah dan juga valuta asing dengan tambahan net sekitar Rp31 triliun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 BUMN yang Terindikasi...
3 BUMN yang Terindikasi Korupsi, Utang Capai Puluhan Triliun dan Rugikan Negara
Pembayaran Utang Istaka...
Pembayaran Utang Istaka Karya ke Vendor Tak Sesuai, Ini Penjelasan Stafsus Erick Thohir
Daftar BUMN yang Terlilit...
Daftar BUMN yang Terlilit Utang, Dari Waskita Hingga Garuda
Dibutuhkan Kejelian...
Dibutuhkan Kejelian dalam Melihat Utang BUMN dan Cara Pelunasannya
Tim Menteri Erick Sebut...
Tim Menteri Erick Sebut Utang BUMN Rp2.000 Triliun Masih Sehat
BUMN Disebut Punya Banyak...
BUMN Disebut Punya Banyak Tunggakan, Erick Thohir: Utang Produktif, Bukan Koruptif
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
12 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
30 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
53 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved