Ini Alasan Menkeu Alihkan Aset PIP ke SMI

Kamis, 05 Februari 2015 - 14:37 WIB
Ini Alasan Menkeu Alihkan...
Ini Alasan Menkeu Alihkan Aset PIP ke SMI
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memaparkan, latar belakang atas permohonan pengalihan aset PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp18,3 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), karena kinerja PIP belum optimal.

Bambang mengungkapkan, pembentukan PIP di Indonesia kurang lebih berkiblat pada perusahaan investasi di Singapura.

"Mungkin sedikit flashbak, ketika PIP didirikan, kita melihat Singapura, mereka punya GIC (Governance Investment Center). Jadi GIC ini investmentnya dari pemerintah Singapura, dan menjadi dasar banyak perusahaan BUMN Singapura maupun penyertaan modal di luar Singapura. Jadi, ide awalnya, kita ingin PIP kaya GIC. Sehingga muncul PIP," ujar Bambang di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Sementara di Indonesia, kata dia, semuanya harus memahami bahwa Indonesia masih menjalankan budget defisit. Jadi, yang pasti tidak ada kelebihan anggaran untuk investasi ke PIP. Kemudian, cadangan devisanya dari segi jumlah masih terbatas.

"Sehingga kami melihat fungsi PIP sebagai perusahaan investasi itu tidak optimal," ujar Bambang.

Kemudian, ketika PIP diarahkan menjadi sumber pinjaman, pihaknya melihat bahwa dalam bentuk infrastruktur memang ada sumber pinjaman dari PIP tapi itu juga gerakannya melambat.

"Sehingga, kami juga melihat di sini selain melambat, pergerakannya juga menjadi terbatas dan kurang optimal," tandasnya.

Menkeu menjelaskan, pengalihan aset PIP sebagai Badan Layanan Umum (BLU) tersebut bersifat terbatas. Sebab, kedudukannya tidak di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, perlu dilakukan pengalihan aset dengan alasan kebutuhan negara yang membutuhkan lembaga pembiayaan infrastruktur.

"Tentunya bank-bank besar komersial dan pihak perusahaan swasta besar lainnya juga turut membiayai infrastruktur. Tapi kebutuhannya begitu besar. Sehingga kita ingin SMI menjadi lembaga pembiayaan infrastruktur tebesar," terangnya.

Selain itu, juga akan ada dana tambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PIP maupun SMI. Aset PIP mendapat tambahan dana PMN sebesar Rp1,5 triliun sementara PMN untuk SMI sebesar Rp2 triliun.

"Nantinya, SMI baru bisa berjalan, sesuai DPR mengetuk palu soal APBNP 2015 ini. Selama belum diputuskan, PIP masih bisa menjalankan tugasnya kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya," tandas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Biaya Pesangon untuk...
Biaya Pesangon untuk Pensiunkan PLTU per Giga Watt Capai Rp6,7 Triliun
PT SMI Diharapkan Ikut...
PT SMI Diharapkan Ikut Berperan Kembangkan Infrastruktur Kesehatan
Menegaskan Komitmen...
Menegaskan Komitmen Dukungan Pembangunan Berkelanjutan dalam Presidensi G20
PT SMI Peroleh Sertifikat...
PT SMI Peroleh Sertifikat Green Building dari Sucofindo
RI Dapat Hibah 16 Juta...
RI Dapat Hibah 16 Juta Euro dari Eropa untuk Infrastruktur Ramah Lingkungan
Akhirnya, Dana Talangan...
Akhirnya, Dana Talangan Rp1 Triliun untuk Garuda Indonesia Cair
Berita Terkini
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
10 menit yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
37 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
58 menit yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
1 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
2 jam yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved