Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kenaikan Cukai Rokok

Jum'at, 06 Februari 2015 - 16:46 WIB
Pemerintah Diminta Pertimbangkan...
Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kenaikan Cukai Rokok
A A A
JAKARTA - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan penerimaan cukai rokok hingga 27%. Rencana target penerimaan cukai rokok berdasarkan putusan APBNP 2015.

"Kami melihat target penerimaan cukai rokok hingga 27% sangat tidak realistis. Tahun lalu merupakan tahun yang penuh tantangan bagi seluruh industri tembakau nasional dengan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat kebijakan baru dari pemerintah untuk menaikkan cukai," kata Ketua AMTI Soedaryanto seperti dalam rilis, Jumat (6/2/2015).

Dia menilai, satu-satunya pihak yang akan diuntungkan dengan kebijakan ini adalah produsen rokok ilegal lantaran volume penjualannya akan meningkat. Sedangkan industri yang legal akan merugi dan kehilangan volume penjualan.

"Ini akan mengakibatkan hilangnya lapangan kerja bagi para petani tembakau, petani cengkeh, penjual atau ritel, pedagang, dan ratusan ribu tenaga kerja yang bekerja di sektor industri hasil tembakau," jelasnya.

Soedaryanto menyayangkan, rencana pemerintah tersebut tidak didiskusikan terlebih dahulu dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor industri tembakau nasional. Sebab, diskusi tersebut berguna untuk memberikan masukan dalam proses tersebut.

"Kami berharap, pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan target cukai rokok, jika memang peduli dengan keberlangsungan industri tembakau yang legal dan memperhatikan nasib ratusan ribu tenaga kerja yang penghasilannya bergantung pada industri ini," tegas dia.

Sementara, Direktur Minuman dan Tembakau Ditjen Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Ahmad mengaku tidak setuju dengan kenaikan cukai rokok hingga 27% karena akan memberatkan produsen rokok nasional.

"Kenaikan cukai rokok sangat memukul produsen rokok, karena mereka juga terkena pajak daerah serta retribusi daerah maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPn). Selama ini, banyak kebijakan pemerintah yang merugikan industri rokok nasional," terangnya.

Faiz menambahkan, jika kenaikan cukai dipaksakan maka akan terjadi penurunan produksi dan dampaknya akan menurunkan penerimaan cukai. Serta yang lebih berbahaya rokok-rokok ilegal akan lebih marak.

Sekadar informasi, berdasarkan data Kemenperin, pada tahun lalu, produksi rokok nasional mencapai 362 miliar batang dengan pangsa pasar Sigarete Kretek Mesin (SKM) sebesar 66% dan Sigarete Kretek Tangan (SKT) sebesar 26%.

Sisanya, Sigarete Putih Mesin (SPM) sebesar 6% dan sebagian kecil jenis cerutu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi Tembakau, Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Perlu Jadi Pilihan
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Operasi Gempur Rokok...
Operasi Gempur Rokok Ilegal Bakal Sehatkan Industri Hasil Tembakau
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
22 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
32 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
48 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
50 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved