OJK Prediksi Total Aset Perbankan Akhir Tahun Rp6.416 T
Kamis, 12 Februari 2015 - 14:55 WIB
OJK Prediksi Total Aset Perbankan Akhir Tahun Rp6.416 T
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprrediksi aset perbankan pada akhir tahun ini akan meningkat sebesar Rp851 triliun menjadi Rp6.416 triliun.
Deputi Komisioner bidang Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis mengatakan, angka tersebut tumbuh 15,92% dibanding tahun lalu.
"Jadi seluruh bank sudah serahkan rencana bisnis bank (RBB). Setelah review prudential meeting dari buku I sampai IV sudah dibahas dan disimpulkan, sehingga akhir tahun diharapkan total aset mencapai Rp6.416 triliun," ujarnya di Kantor Pusat OJK, Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Pertumbuhan aset secara nominal tersebut diyakini dapat tercapai jika semua rencana bisa berjalan sesuai dengan strategi bisnisnya.
Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh 14,4% atau sebesar Rp594 triliun. Dengan begitu, jumlah DPK pada akhir tahun akan mencapai Rp4.715 triliun.
Menurut dia, risiko likuiditas pada perbankan juga perlu diwaspadai karena loan to deposit ratio (LDR) posisi Desember tahun lalu meningkat dari 88,65% menjadi 89,42%.
"Kondisi likuiditas perbankan masih terjaga meski terdapat peningkatan potensi risiko likuiditas. Perlu tetap diwaspadai masih tingginya ketergantungan terhadap pendanaan non-inti dan deposan inti," pungkas dia.
Deputi Komisioner bidang Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis mengatakan, angka tersebut tumbuh 15,92% dibanding tahun lalu.
"Jadi seluruh bank sudah serahkan rencana bisnis bank (RBB). Setelah review prudential meeting dari buku I sampai IV sudah dibahas dan disimpulkan, sehingga akhir tahun diharapkan total aset mencapai Rp6.416 triliun," ujarnya di Kantor Pusat OJK, Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Pertumbuhan aset secara nominal tersebut diyakini dapat tercapai jika semua rencana bisa berjalan sesuai dengan strategi bisnisnya.
Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh 14,4% atau sebesar Rp594 triliun. Dengan begitu, jumlah DPK pada akhir tahun akan mencapai Rp4.715 triliun.
Menurut dia, risiko likuiditas pada perbankan juga perlu diwaspadai karena loan to deposit ratio (LDR) posisi Desember tahun lalu meningkat dari 88,65% menjadi 89,42%.
"Kondisi likuiditas perbankan masih terjaga meski terdapat peningkatan potensi risiko likuiditas. Perlu tetap diwaspadai masih tingginya ketergantungan terhadap pendanaan non-inti dan deposan inti," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :