Penjelasan KRAS soal Penggunaan Dana PMN Rp956 M

Jum'at, 13 Februari 2015 - 04:31 WIB
Penjelasan KRAS soal...
Penjelasan KRAS soal Penggunaan Dana PMN Rp956 M
A A A
JAKARTA - Corporate Secretary PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Wisnu Kuncoro mengungkapkan, dana yang diperoleh dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp956 miliar akan digunakan untuk administrasi perseroan.

PMN berbentuk non tunai tersebut hanya untuk menyelesaikan proses administrasi yang belum selesai. Yakni, laba bersih yang ditahan untuk tambahan modal sebelum IPO (initial public offering) pada 2010.

"Jadi begini, laba tahun 2010 sebelum mau IPO labanya itu dipakai untuk tambahan aset agar ada tambahan modal. Sehingga nilai KRAS jadi besar dapat tambahan itu saat IPO," ujarnya, saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Laba yang ditahan akhirnya dijadikan sebagai penyertaan modal pemerintah agar nilainya besar sehingga saham pemerintah jadi besar. "Harusnya itu dilaporkan sama menteri BUMN ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kalau di kami sudah clear pada RUPS tahun 2011," jelasnya.

Tidak adanya laporan tersebut menjadi temuan BPK yang ditanyakan ke Kemenkeu. Belum adanya laporan soal aset yang bertambah menjadikan proses administrasi tertunda.

"Malah ditemukan lalu direkomendasikan minta persetujuan ke DPR adanya PMN. Dana ini gimana, harus disetujui oleh PDR maka dimasukin kemarin," tuturnya.

Menurut Wisnu, efek (PMN) bagi Krakatau Steel agak berbeda berupa non kas karena PMN terkait dengan kelalaian saat hendak IPO.

"Tidak pengaruh ini, harusnya dilaporkan menteri BUMN dulu ke Kemenkeu. Angka permintaan sama terus. Tahun kemarin minta tapi ditolak. Angkanya kan hasil RUPS. Dulu punya keuntungan sebesar itu, tapi ditarik agar modalnya besar," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas-Krakatau Steel...
Pertagas-Krakatau Steel Sinergi Penggunaan Material Pipa Minyak di Blok Rokan
Produksi Meningkat,...
Produksi Meningkat, Penjualan Baja Krakatau Steel Capai 1 Juta Ton
Dapat Gas Murah, Biaya...
Dapat Gas Murah, Biaya Operasi Krakatau Steel Turun 7%
PT KSP Ingin Kembangkan...
PT KSP Ingin Kembangkan Wisata Olahraga di Kota Cilegon
Krakatau Steel Adakan...
Krakatau Steel Adakan Mudik Gratis ke Tasik, Yogya, dan Surabaya
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved