Jelang MEA, Sucofindo-Surveyor Harus Perbaiki Kelemahan

Selasa, 17 Februari 2015 - 11:56 WIB
Jelang MEA, Sucofindo-Surveyor...
Jelang MEA, Sucofindo-Surveyor Harus Perbaiki Kelemahan
A A A
JAKARTA - Dua perusahaan jasa verifikasi national PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo diyakini akan mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015. Namun, agar kemampuan tersebut terus terjaga, kedua BUMN ini harus memperbaiki berbagai kelemahan.

Kedua BUMN tersebut harus hadir di pelabuhan ekspor menengah dan membangun aliansi strategis dengan lembaga sejenis. Saran tersebut disampaikan mantan Sekjen DPP Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) M Dakhri Sunusi dan Analis Kebijakan publik dari Universitas Nasional Jakarta Rusman Gazali.

Dakhri yang sudah lama bergerak di bidang ekspor kakao mengatakan, Sucofindo maupun Surveyor Indonesia sudah sangat dikenal buyers luar negeri sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas memadai. "Pelayanan pun selama ini, juga sudah bagus," katanya, Selasa (17/2/2015).

Namun, Dakhri mengusulkan agar kedua BUMN jasa verifikasi itu memperbaiki beberapa kelemahan seperti hadir di pelabuhan ekspor yang berskala menengah, sehingga tidak perlu ada mobilisasi alat ataupun waktu pelayanan cukup lama seperti yang terjadi selama ini.

Pihaknya menilai, kualitas pelayanan kedua BUMN itu juga sudah bagus. Namun, dalam menghadapi MEA, dia mengingatkan Sucofindo-Surveyor Indonesia agar terus meningkatkan pelayanannya.

"Jangan sampai pasar domestik Indonesia diambil apalagi dikuasai lembaga surveyor sejenis dari negara-negara ASEAN lainnya," tutur Dakhri.

Dia juga mengharapkan ada peningkatan peran pemerintah agar perusahaan-perusahaan skala menengah dan kecil yang bergerak dibidang kegiatan ekspor diberikan perlakuan khusus dengan perusahaan eksportir yang berkelas besar.

"Bagaimana mau kompetitif dan bersaing kalau pemerintah tidak mendorong pelaku ekspor usaha kecil dan menengah. Selama ini Surveyor-Sucofindo sudah sangat bagus dan profesional namun tetap saja pemerintah perlu hadir," jelasnya.

Sementara, Rusman Gazali meyakini baik Sucofindo maupun Surveyor Indonesia akan mampu merebut pasar bebas ASEAN, karena kapasitas dan kredibilitasnya yang teruji selama ini. Namun, dia mengusulkan agar Sucofindo dan Surveyor Indonesia membangun aliansi strategis dengan lembaga verifikasi lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.

"Ini penting agar jangkauan pasar kedua BUMN itu juga semakin luas, khususnya dalam menguasai pasar global," terangnya.

Sucofindo dan Surveyor Indonesia perlu terus meningkatkan kapasitas SDM, karena persaingan saat MEA akan semakin ketat. "Tidak ada batas optimal dalam meningkatkan kapasitas SDM, seberapapun tingginya kemampuan SDM tetap harus ditingkatkan seiring perkembangan teknologi yang juga tidak ada batasnya," tutur dia.

Diakui Rusman, jika dilihat kondisi saat ini, Sucofinfo dan Suveyor Indonesia memiliki keunggulan dibanding pesaing-pesaingnya dari negara-negara ASEAN.

Namun, saat pasar bebas ASEAN benar-benar dibuka akhir Desember, bisa saja akan terjadi kejutan dari perusahaan verifikasi di negara-negara ASEAN yang kini bersiap menghadapi saat-saat penting itu.

"Kita harus hati-hati menghadapi konsolidasi mereka. Kuncinya, ya kita juga harus terus mempersiapkan diri, dengan meningkatkan kemampuan SDM dan jaringan kita," pungkas Rusman.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Holding BUMN Jasa Survei...
Holding BUMN Jasa Survei Segera Berdiri, 3 Perseroan Kian Gencar Sosialisasi di Daerah
Kolaborasi IDSurvey...
Kolaborasi IDSurvey Perluas Layanan Pemastian Berstandar Internasional
Holding BUMN Jasa Survei...
Holding BUMN Jasa Survei Bakal Terbentuk Bulan Ini
Kerja Sama Pertamina...
Kerja Sama Pertamina dengan BPPT, Sucofindo dan Surveyor Indonesia Perkuat Serapan TKDN
Sambut 2024, ID Survey...
Sambut 2024, ID Survey Masuk Jajaran Top TIC Company di Asia Pasifik
Dukung Produk dalam...
Dukung Produk dalam Negeri, IDSurvey Layani Verifikasi TKDN Pelaku Usaha
Berita Terkini
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
33 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
10 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
11 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
13 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
14 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
15 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Vietnam Jelang Final AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved