The Fed Ragu Naikkan Fed Rate Terlalu Cepat

Kamis, 19 Februari 2015 - 11:36 WIB
The Fed Ragu Naikkan...
The Fed Ragu Naikkan Fed Rate Terlalu Cepat
A A A
WASHINGTON - Pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) ragu-ragu untuk menaikkan suku bunga (Fed rate) terlalu cepat karena bisa mengganggu pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Risalah The Fed pada pertemuan 27-28 Januari lalu, yang dirilis pada Rabu waktu setempat menunjukkan bahwa pejabat The Fed khawatir dengan pertumbuhan ekonomi AS yang solid di tengah melemahnya ekonomi global dapat menjatuhkan ekspektasi inflasi di AS.

Risalah menjelaskan adanya perdebatan terkait inflasi di tengah keinginan pembuat kebijakan untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. Sementara bank sentral AS menargetkan akan mulai menaikkan suku pada Juni tahun ini.

"Saya pikir itu mungkin jauh lebih dovish dari apapun yang diantisipasi, itu sudah pasti," kata Kepala Investasi Senior di Prudential Fixed Income Greg Peters seperti dilansir dari Reuters, Kamis (19/2/2015).

Menurut dia, akan sulit bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini. Namun, dia menambahkan bahwa bukan berarti The Fed tidak akan melakukannya.

Dalam pernyataan kebijakannya pada Januari lalu, The Fed mengakui akan mencermati gejolak di pasar global untuk menerapkan kebijakan tersebut. Ini merupakan kali pertama sejak Januari 2013 bahwa Fed membuat referensi terkait peristiwa ekonomi luar negeri dalam membuat kebijakan.

Risalah The Fed menawarkan pandangan lebih rinci dari masalah di luar negeri, seperti perlambatan ekonomi China dan ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina yang memberi risiko penurunan prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Pejabat The Fed menegaskan bahwa waktu penaikan suku bunga akan tetap tergantung pada data ekonomi. Risalah juga menyebut bahwa banyak peserta cenderung ingin menjaga suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved