Petani Keberatan Larangan Penggunaan Pupuk Tablet

Jum'at, 27 Februari 2015 - 01:17 WIB
Petani Keberatan Larangan...
Petani Keberatan Larangan Penggunaan Pupuk Tablet
A A A
JAKARTA - Petani di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta keberatan dengan larangan penggunaan pupuk tablet. Karena penggunaan pupuk tabur lebih boros dibanding tablet. Sehingga dari sisi ongkos produksi mereka sudah mengalami kenaikan dibanding sebelumnya.

Ketua Kelompok Tani di Dusun Dudugan, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Tasliman mengatakan, sejak akhir 2014, penggunaan pupuk tablet telah dilarang oleh pemerintah pusat. Namun sampai saat ini, belum ada surat pemberitahuan resmi terkait larangan tersebut sampai ke petani. Mereka baru mengetahui ketika pemilik usaha pencetakan pupuk tablet dilarang Polda DI Yogyakarta.

“Kami tidak tahu alasannya seperti apa,” tutur Tasliman, Kamis (26/2) ketika audiensi dengan DPRD Bantul.

Tasliman mengungkapkan, petani sudah terbiasa menggunakan pupuk tablet sebab sudah 20 tahun lebih mereka memberi pupuk pada tanaman mereka. Selain itu, dari sisi ekonomis penggunaan pupuk tablet bisa menghemat pengeluaran mereka. Sebab, dari pengalaman mereka selama ini ada pengeluaran pupuk sebanyak 30% dibanding dengan pupuk tabur.

Ketika menggunakan pupuk tablet, para petani cukup memberi pupuk sekali selama panen. Namun ketika menggunakan pupuk tabur, mereka sering menabur pupuk sebanyak 2-3 kali. Selain itu, jumlah pupuk yang digunakan juga lebih sedikit dibanding dengan pupuk tabur. Untuk 1.000 meter persegi, cukup menggunakan pupuk sebanyak 20 kilogram, tetapi dengan pupuk tabur bisa lebih 0,5 kuintal. “Kalau dari pengeluaran berarti kami sangat hemat,” imbuh Tasliman.

Apalagi, karakteristik lahan di Bantul lebih cocok menggunakan pupuk tablet yang sebagian besar merupakan lahan basah. Sehingga penggunaan pupuk tablet lebih efisien dibanding pupuk tabur, karena jika menggunakan pupuk tabur lebih banyak yang terbuang. Biasanya, pupuk tabur banyak yang hilang mengikuti aliran air.

Tak hanya itu, larangan penggunaan pupuk tablet yang diikuti dengan penutupan usaha pembuatan pupuk tablet oleh sebagian petani juga merugikan. Karena dari 10 usaha pembuatan pupuk tablet yang ada di Bantul, 7 di antaranya sudah berbadan hukum.

Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharja mengatakan, pihaknya akan berupaya menyampaikan keluhan para petani tersebut kepada instansi terkait. Jika itu larangan, maka pihaknya akan memerintahkan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) untuk mempelajari peraturan tersebut. Karena jika kemungkinan ada celah yang bisa dimasuki digunakan untuk menyiasatinya. “Kami mencoba akan mencari solusi tetapi jangan sampai menyalahi aturan,”ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
Penggunaan Minyak Jelantah...
Penggunaan Minyak Jelantah Berbahaya untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved