Pemerintah Kenakan Pajak Hunian Mewah Berdasarkan Harga

Senin, 09 Maret 2015 - 20:41 WIB
Pemerintah Kenakan Pajak...
Pemerintah Kenakan Pajak Hunian Mewah Berdasarkan Harga
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sigit Priadi Pramudito mengemukakan, pemerintah akan menetapkan pajak (Pajak Penjualan Barang Mewah/PPnBM) hunian mewah berdasarkan harga. Mengenai besaran pajak yang diterapkan masih dibahas Kemenkeu.

Sigit menuturkan, Kemenkeu saat ini tengah membahas kriteria hunian mewah yang akan dikenakan PPnBM berdasar harga properti tersebut. "Dulu ada luas, ada juga angka. Nah, kami mencari angka, berapa yang dianggap sebagai barang mewah," ujar Sigit di Kemenkeu, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Menurutnya, dalam aturan yang dibuat tidak ada kenaikan tarif PPnBM yang dikenakan. Namun, yang diubah hanya batas hunian yang masuk kategori barang mewah. "Jika dari pajak itu, mana yang kategori mewah. Yng jelas satu angka berdasarkan harga," jelasnya.

Sigit mengakui, hingga saat ini pihaknya belum menemukan tarif yang tepat. Komunikasi dengan dunia usaha masih dilakukan. "Ya, kalau mereka sih maunya jangan kena mewah gitu lho, seperti yang terjadi selama ini," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, setiap hunian mewah yang dijual pengembang akan dikenakan PPnBM sebesar 20% dari penjualan. Batas pengenaan pajak itu ditetapkan kepada hunian mewah dengan harga Rp10 miliar ke atas.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perpanjangan Insentif...
Perpanjangan Insentif Pajak, Diyakini Dongkrak Industri Properti
Modernland Cilejit Manfaatkan...
Modernland Cilejit Manfaatkan Insentif Pajak Properti Lewat Cluster Ramma
Sambut Insentif Pajak,...
Sambut Insentif Pajak, Klaster New Shinano Precast Dikebut
Penghapusan PPN Diyakini...
Penghapusan PPN Diyakini Dongkrak Penjualan Properti
Teknologi Precast M...
Teknologi Precast M Panel Bikin Cepat Serah Terima Rumah
Sambut Positif Kebijakan...
Sambut Positif Kebijakan Insentif, Pengembang Optimistis dengan Respons Pasar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved