Rupiah Loyo, Perusahaan Berburu USD untuk Bayar Utang

Rabu, 11 Maret 2015 - 16:18 WIB
Rupiah Loyo, Perusahaan...
Rupiah Loyo, Perusahaan Berburu USD untuk Bayar Utang
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui bahwa ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menyebabkan perusahaan banyak memburu USD untuk membayar utang yang jatuh tempo.

Menurutnya, memburuknya nilai tukar rupiah lantaran sentimen global. Sementara kondisi ekonomi domestik masih dalam kondisi aman.

"Fundamental ekonomi indikator cukup bagus. Tetapi bahwa ada perusahaan yang mungkin bayar utang dan lain-lain, itu masalah, bukan masalah karena ekonomi dalam negeri," katanya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Kendati demikian, Sofyan mengatakan bahwa pemborongan dolar oleh perusahaan untuk membayar utang tersebut merupakan keadaan normal. "Dan jangan anda melihat ini sebagai persoalan kita. Coba lihat semua indikator kita itu jauh lebih baik daripada sebelumnya," imbuh dia.

Sofyan mengatakan, penguatan USD ini terjadi lantaran pada 2008 AS melakukan kebijakan quantitative easing dalam rangka memulihkan pertumbuhan ekonomi AS.

"Itu USD membanjiri dunia. Nah sekarang pertumbuhannya sudah tercapai maka dolar AS itu mulai disedot kembali pelan-pelan dengan adanya kenaikan suku bunga," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved