Pelemahan Rupiah Paling Tajam dari Mata Uang Lain

Rabu, 11 Maret 2015 - 21:31 WIB
Pelemahan Rupiah Paling...
Pelemahan Rupiah Paling Tajam dari Mata Uang Lain
A A A
JAKARTA - Dalam sepekan terakhir rupiah terpuruk hingga melampaui level Rp13.000 per dolar AS (USD). ‎Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Lana Soelistiyaningsih mengatakan, dari sisi ekternal jika dilihat dari 12 mata uang, ada sekitar enam mata uang yang melemah termasuk rupiah.

Menurutnya, pelemahan rupiah paling tajam di antara mata uang lain. "Artinya, selain faktor eksternal, ada faktor domestik yang menekan rupiah dan itu yang harus dikritisi," ungkapnya, Rabu (11/3/2015).

Lana menyebutkan, faktor domestik yang mendorong yakni karena mereka yang butuh USD. Misalnya, satu bulan yang akan datang juga perlu beli USD sekarang.

"Kan kita sudah masuk mau puasa nih, bulan Juni dan perusahaan juga sudah antisipasi permintaan untuk puasa. Dan biasanya bulan-bulan puasa itu butuh impor seperti untuk keperluan bahan baku pembuatan kue castangel. Kemudian korma dan lain-lain," jelasnya.

Dia mengatakan, selain karena impor yang meningkat pelemahan rupiah dikarenakan adanya pembayaran utang karena bulan-bulan ini ada bayar utang. ‎

Jadi dalam jangka pendek, pemerintah bisa mendeteksi siapa saja yang membeli USD, tanpa ada kebutuhan. "Nah itu bisa dideteksi lah. Jadi, bisa datangi bank-bank siapa saja yang melakukan transaksi USD saat ini siapa saja dan untuk apa saja," ujarnya.

Pelemahan USD, lanjut dia, bisa berdampak pada inflasi antaran Maret ini ada panen raya sehingga meskipun ada inflasi, namun bisa kecil.

"Di atas kertas itu bisa naik, karena ada barang-barang yang turun karena panen. Tapi, kalau harga beras turun dan yang lain naik itu bisa terkompensasi. Yang kita lihat harga tempe itu apakah naik atau tidak, tempe kan karena kedelai itu diimpor," ungkapnya.

Lana menilai, jika dilihat pelemahan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini, Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi. Namun, intervensi yang dilakukan bukan dengan v‎alas melainkan rupiah.

"Kan menguatkan rupiah itu bisa dua macam, menambah valas USD atau menarik rupiah. Nah, mungkin BI menarik rupiahnya dan itu bisa membantu menguatkan rupiah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
47 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved