Wall Street Menguat Dipicu Melemahnya USD

Selasa, 17 Maret 2015 - 08:52 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Dipicu Melemahnya USD
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat dipicu melemahnya dolar Amerika Serikat (USD) dari posisi tertinggi baru-baru ini.

Penguatan USD baru-baru ini telah meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan lebih berhati-hati menaikkan suku bunganya pada tahun ini.

Kenaikan tersebut memberikan keuntungan terbesar pada indeks S&P 500 sejak 3 Februari, terutama sektor utilitas, yang cenderung menguat di tengah rendahnya suku bunga. Sektor utilitas (SPLRCU) berakhir naik 1,7%.

Sementara sektor kesehatan (SPXHC) memimpin kenaikan di indeks S&P 500, dengan melonjak 2,2% didorong kenaikan harga saham Amgen (AMGN.O) sebesar 5,7% ke USD163,03.

Adapun fokus saat ini adalah pernyataan Fed pada Rabu mendatang, di mana investor berharap bank sentral akan memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai waktu kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade.

"Sepertinya ekspektasi suku bunga mendorong pasar saham saat ini," kata Presiden Platinum Partners Uri Landesman seperti dilansir dari Reuters, Selasa (17/3/2015).

Pasalnya, menurut dia, investor setiap hari berpikir bahwa suku bunga akan dinaikkan, sehingga membuat mereka gugup dan melakukan penjualan. Sebaliknya, investor juga memperkirakan bahwa penaikan suku bunga itu dilakukan lebih lama atau tidak sama sekali, sehingga terus melakukan pembelian.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 228,11 poin atau 1,29% ke 17.977,42; indeks S&P 500 naik 27,79 poin atau 1,35% ke 2.081,19; dan Nasdaq Composite bertambah 57,75 poin atau 1,19% ke 4.929,51.

Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,6 miliar lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
41 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved