Serapan Beras Operasi Pasar Murah di Bantul 80%

Minggu, 22 Maret 2015 - 20:29 WIB
Serapan Beras Operasi...
Serapan Beras Operasi Pasar Murah di Bantul 80%
A A A
BANTUL - Serapan beras Operasi Pasar Murah (OPM) di Kabupaten Bantul tak seperti harapan. Dalam operasi pasar murah (OPM) yang digelar Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) ternyata rata-rata di setiap titik hanya sekitar 80% dari kuota yang disetujui dan diberikan oleh Bulog.

Kepala Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo mengungkapkan, banyak masyarakat di kawasan penerima OPM mengeluhkan kualitas beras yang mereka terima.

Dia tidak memungkiri jika banyak masyarakat yang semula terdaftar sebagai pembeli OPM akhirnya urung membeli setelah melihat buruknya kualitas beras tersebut.

“Memang banyak masyarakat yang kecewa,” paparnya, Minggu (22/3/2015).

Sebenarnya Disperindagkop sudah mengupayakan agar beras yang dibagikan kualitasnya bagus tidak seperti beras miskin (raskin), namun ternyata melenceng. Namun mereka tak bisa berbuat banyak karena hal tersebut menjadi kuasa penuh dari Bulog yang menyediakan beras-beras OPM.

Sebenarnya, lanjut Sahadi, beberapa upaya telah dilakukan oleh Disperidagkop untuk meningkatkan serapan OPM, di antaranya membebaskan banyaknya pembelian. Namun karena kualitas beras yang dinilai buruk, tetap saja penjualan OPM tak sesuai kuota.

Bahkan, para pedagang yang diharapkan bersedia membeli, ternyata enggan.

“Bagaimana mau membeli, katanya kalau dijual di pasaran harganya hanya Rp5.000, jauh lebih murah disbanding dengan raskin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto mengakui, serapan beras OPM di Bantul rendah, tetapi bukan karena kualitas.

Menurutnya, rendahnya serapan tersebut karena saat OPM mulai dilakukan, Bantul sudah memasuki musim panen. Tidak hanya itu, pelaksanaan OPM juga bersamaan dengan pembagian raskin dari pemerintah.

Dengan begitu, dari 17 Kecamatan di Bantul, setidaknya ada tiga kecamatan tidak mengajukan OPM karena sudah memasuki musim panen serta pembagian raskin sudah dimulai.

“Memang kemarin pelaksanaan OPM hanya bagi yang mengajukan permohonan karena tidak ada keharusan,” tandasnya.

Karena sudah mulai panen dan harga komoditas tersebut sudah turun, maka pihaknya sudah mulai menghentikan pelaksanaan OPM sejak 23 Maret 2015 ini.

Padahal, dari 14 kecamatan yang mengajukan, baru delapan yang sudah melaksanakan OPM. Namun, Sulis mengklaim kebijakan penghentian tersebut bukan dari lembaganya.

Sulis mengatakan, pada Jumat (20/3/2015) menerima surat pemberitahuan dari Bulog yang menyatakan penghentian OPM mulai 23 Maret 2015, sehingga enam kecamatan masing-masing Jetis, Imogiri, Kasihan, Pajangan, Sewon dan Sanden urung melaksanakan OPM.

Sulis menilai, kebijakan penghentian OPM oleh Bulog tersebut karena harga beras sudah turun.

“Sekarang tertinggi sudah di harga Rp9.500," ujarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
30 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
59 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved