Pemerintah Didesak Kejar Potensi Pajak Online

Senin, 23 Maret 2015 - 16:43 WIB
Pemerintah Didesak Kejar...
Pemerintah Didesak Kejar Potensi Pajak Online
A A A
JAKARTA - Pengamat pajak Indonesia Yustinus Prastowo mendesak pemerintah mengejar potensi pendapatan dari pajak online dan tidak terlalu fokus pada penerimaan pajak menengah ke bawah.

Pasalnya, beberapa perusahaan online yang merambah di Indonesia saat ini tidak tersentuh pajak sama sekali oleh pemerintah, sehingga bisa dengan bebas berseliweran berdagang.

"Seharusnya, kalau untuk sektor ini saya setuju bahwa pemerintah jangan terlalu fokus ke kelas menengah (pelaku pajak). Kelas menengah itu seperti pegawai, baik BUMN, pemerintah atau swasta. Kemudian pengusaha-pengusaha kecil, kalau mereka mudah-mudahan sudah taat pajak semua," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Apalagi, mengingat dari tahun ke tahun pengguna e-Commerce semakin banyak dan semakin banyak pula perusahaan berbasis online yang dibuat.

"Kalau mau ngejar ya ke pengusaha seperti online. Karena sekarang pengusaha online itu kebanyakan mereka orang yang kaya dan sangat kaya," kata dia.

Dapat diketahui, pengguna e-Commerce Indonesia akan tumbuh 42% dari 2012-2015. Angka ini lebih tinggi jika negara lain seperti Malaysia (14%), Thailand (22%) dan Filipina (28%).

Nilai ini menggoda bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri. Karena semakin banyak pengguna dan pelaku e-Commerce, semakin banyak pula potensi pajak yang akan didapat pemerintah.

(Baca: Pemerintah Harusnya Dapat Rp20 T dari Pajak Online)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap-siap Penggila Belanja...
Siap-siap Penggila Belanja Online, Pajak Digital Bisa Berlaku ke Seluruh E-Commerce
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
3 Alasan Menkeu Purbaya...
3 Alasan Menkeu Purbaya Kejar Pengemplang Pajak Besar daripada Kerek Pajak E-Commerce
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved